Pencarian

Anak Berkebutuhan Khusus: Kunci Tumbuh Kembang Ada di Penerimaan Orang Tua

Minggu, 04 Oktober 2026 • 13:07:01 WIB
Anak Berkebutuhan Khusus: Kunci Tumbuh Kembang Ada di Penerimaan Orang Tua
Penerimaan orang tua menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

MALUKU — Penerimaan jujur orang tua menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Subiyarti dari Forkesi Sumsel berbagi panduan praktis mendampingi ABK, mulai dari intervensi dini hingga menggali potensi tersembunyi mereka.

Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan, kebutuhan, dan potensi yang tidak bisa disamaratakan. Pola pendampingan yang seragam justru berisiko mengabaikan kemampuan masing-masing anak.

Pengelola Pusat Terapi Sekolah Bina Potensi sekaligus Pengurus Forkesi Sumsel, Subiyarti, menekankan bahwa fase paling krusial dalam pendampingan ABK dimulai dari dalam rumah. Yakni, penerimaan jujur dari orang tua terhadap kondisi anak.

Mengapa Penerimaan Orang Tua Jadi Fondasi Utama

Subiyarti mengakui, menerima kondisi anak memang bukan perkara mudah bagi sebagian orang tua. Namun sikap terbuka tersebut menjadi landasan sebelum menentukan metode pendidikan maupun jenis terapi yang tepat.

"Intervensi sejak dini akan memberikan kesempatan lebih besar untuk belajar secara konsisten, baik di pusat terapi atau lingkungan keluarga," kata Subiyarti dalam dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi yang disiarkan RRI Palembang, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak menggantungkan seluruh proses tumbuh kembang anak kepada lembaga atau pusat terapi semata. Pembiasaan di rumah memegang peranan vital agar proses belajar berlangsung tanpa putus.

Latihan Kemandirian dari Aktivitas Harian Sederhana

Langkah awal kemandirian bisa dipupuk dari rutinitas sehari-hari. Anak dilatih belajar makan sendiri, mengenakan pakaian, mandi, hingga menyelesaikan tugas ringan sesuai batas kemampuannya.

Pembiasaan kecil ini berdampak besar. Anak terbiasa mandiri, sementara orang tua belajar membaca isyarat dan kemampuan anak secara lebih peka.

Gali Potensi, Bukan Cuma Fokus pada Keterbatasan

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, fokus pendampingan perlu diarahkan pada penggalian minat. Keterbatasan fisik maupun kognitif tidak boleh memadamkan bakat tersembunyi anak.

"Orang tua perlu menggali potensi anak, tidak hanya fokus pada keterbatasannya. Kalau anak tertarik pada seni musik, misalnya, orang tua dapat mengembangkan kemampuannya dengan pendampingan yang sesuai," ujarnya.

Dari sisi pendidik, pendekatan belajar wajib disesuaikan dengan respons dan gaya belajar anak. Apakah visual, auditori, atau kinestetik, setiap anak punya cara berbeda menyerap informasi.

Butuh Ekosistem Ramah dan Inklusif

Dukungan keluarga saja belum cukup. Keberhasilan integrasi ABK ke tengah masyarakat membutuhkan lingkungan yang ramah dan inklusif.

Aksesibilitas fasilitas publik, ruang publik yang aman, serta kesetaraan kesempatan sosial menjadi hak mendasar yang harus dipenuhi bersama. Bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga masyarakat dan pemerintah.

Jangan Berhenti Berusaha

Subiyarti berpesan agar orang tua tidak berhenti mendampingi anak berkebutuhan khusus. Dengan penerimaan dan dukungan keluarga yang konsisten, anak akan berkembang sesuai potensinya.

Setiap anak punya jalur tumbuh kembangnya sendiri. Tugas orang tua adalah menemani, bukan memaksa, agar mereka bisa melangkah sejauh mungkin dengan kemampuan yang dimiliki.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks