MALUKU — Harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi berbeda-beda pada Selasa (13/10/2026), tergantung gramasi dan kebijakan masing-masing perusahaan. Antam mematok emas 1 gram Rp 2.574.000, sementara Galeri24 Pegadaian menjualnya Rp 2.521.000 dan Hartadinata Abadi Rp 2.470.000. Selisih ini penting dicek sebelum transaksi jual beli.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pegadaian (Persero), dan PT Hartadinata Abadi Tbk memang jadi tiga rujukan utama harga emas batangan di Indonesia. Masing-masing punya daftar harga jual dan harga beli kembali (buyback) sendiri, sehingga pembeli maupun penjual perlu membandingkan sebelum bertransaksi.
Selisih harga antarprodusen tidak hanya soal merek. Gramasi, jenis produk, dan kebijakan internal tiap perusahaan ikut menentukan angka yang muncul di etalase maupun platform digital mereka.
Rincian Harga Emas Antam
Antam menjual emas 24 karat mulai dari berat 0,5 gram seharga Rp 1.337.000. Untuk 1 gram, harga yang dipatok Rp 2.574.000.
Semakin besar gramasi, semakin besar pula nominal yang harus disiapkan. Emas 10 gram dibanderol Rp 25.290.000, sedangkan 100 gram mencapai Rp 251.760.000. Batangan 1.000 gram dijual Rp 2.514.600.000.
Harga di Pegadaian: Galeri24, Antam, dan UBS
Pegadaian menawarkan tiga jenis produk emas sekaligus, yaitu Galeri24, Antam, dan UBS. Untuk Galeri24, emas 0,5 gram dihargai Rp 1.322.000 dan 1 gram Rp 2.521.000.
Emas Antam yang dijual lewat Pegadaian punya harga berbeda dari yang dirilis Antam langsung. Berat 0,5 gram dipatok Rp 1.358.000 dan 1 gram Rp 2.613.000.
Sementara emas UBS di Pegadaian untuk 0,5 gram seharga Rp 1.376.000 dan 1 gram Rp 2.546.000. Untuk gramasi besar, Galeri24 1.000 gram mencapai Rp 2.442.960.000.
Hartadinata Abadi dan Harga Buyback
Hartadinata Abadi merilis harga dasar sekaligus harga buyback. Emas 0,1 gram punya harga dasar Rp 313.000 dengan buyback Rp 234.000.
Pada berat 1 gram, harga dasarnya Rp 2.470.000 dan buyback Rp 2.340.000. Batangan 1.000 gram dari Hartadinata Abadi dibanderol Rp 2.398.000.000 dengan buyback Rp 2.308.000.000.
Bagi investor, angka buyback sama pentingnya dengan harga jual. Selisih antara keduanya menentukan seberapa besar nilai yang bisa kembali saat emas dijual lagi.
Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu
Uji gigitan sering disebut sebagai cara cepat mengecek emas asli karena logam mulia bersifat lunak dan meninggalkan bekas. Metode ini tidak disarankan karena berisiko merusak emas dan tidak akurat, sebab beberapa logam lain juga bertekstur lunak.
Cara lebih aman adalah menggosokkan emas pada kertas atau keramik tanpa glasir. Emas asli tidak meninggalkan noda hitam. Emas juga bersifat non-magnetik, jadi jika menempel pada magnet, besar kemungkinan ada campuran logam lain.
Uji kepadatan memberi hasil lebih akurat. Emas 24 karat memiliki kepadatan sekitar 19,3 gram per sentimeter kubik. Pengujiannya butuh penimbangan emas dan pengukuran volume air yang dipindahkan saat emas dicelupkan.
Pembeli juga bisa memeriksa cap atau stempel kadar kemurnian seperti "24K", "999", atau "999.9". Cap ini umumnya terukir di bagian tersembunyi perhiasan atau batangan.
Untuk pengujian mendalam, uji asam nitrat bisa dipakai. Emas asli tidak bereaksi terhadap asam nitrat, sementara logam lain berubah warna. Metode ini sebaiknya dijalankan profesional karena melibatkan bahan kimia berbahaya.
Secara visual, emas asli berwarna kuning keemasan khas dan tidak pudar seiring waktu. Emas palsu bisa menunjukkan perubahan warna atau kilau yang memudar. Membeli dari penjual terpercaya dan meminta pengujian ahli perhiasan atau lembaga resmi tetap jadi langkah paling aman.
Perbandingan harga tiga produsen ini menunjukkan bahwa memilih tempat pembelian emas bukan sekadar soal merek. Selisih harga jual dan buyback antarprodusen bisa mencapai puluhan ribu rupiah per gram, angka yang cukup berarti bagi investor ritel yang membeli dalam jumlah besar.