SERAM BAGIAN BARAT — Keberhasilan Kelompok Tani Gaharu bermula dari ajakan Aipda Abraham Wemay kepada warga Dusun Kawatu agar memanfaatkan lahan milik warga yang belum digarap. Ia terinspirasi perkembangan pertanian di Desa Waimital, lalu mengajak masyarakat mengelola lahan itu secara bersama-sama.
Ajakan tersebut melahirkan kelompok tani beranggotakan 15 orang. Mereka membuka satu hektare lahan untuk ditanami padi gogo, jenis padi yang cocok untuk lahan kering tanpa perlu genangan air seperti sawah.
Panen 2,4 Ton Padi Gogo Jadi Pengalaman Pertama
Pada Februari 2026, kelompok tani memanen sekitar 2,4 ton padi gogo dari lahan seluas satu hektare. Panen itu menjadi pengalaman penting bagi para petani, mulai dari penanaman, pemupukan, hingga penanganan hama dan penyakit tanaman.
Hasil panen membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga anggota kelompok tani. Pengalaman tersebut juga menjadi modal pengetahuan bagi warga untuk mengembangkan pertanian secara berkelanjutan.
Pada Maret 2026, Kelompok Tani Gaharu melanjutkan kegiatan dengan menanam jagung pipil di lahan seluas satu hektare. Langkah itu bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di tingkat desa.
Jagung Pipil 4,2 Ton Dijual ke Pengepul Waimital
Tiga bulan berselang, tepatnya Juni 2026, kelompok tani memanen sekitar 4,2 ton jagung pipil. Hasil panen dijual kepada pengepul di Desa Waimital, dengan pendapatan yang menopang kebutuhan keluarga para anggota.
Dari dua komoditas yang ditanam secara bertahap, Kelompok Tani Gaharu mencatat total hasil panen sekitar 6,6 ton, terdiri atas 2,4 ton padi gogo dan 4,2 ton jagung pipil.
Kemarau Panjang Hentikan Penanaman Sejak Juli 2026
Sejak Juli 2026, kegiatan penanaman terpaksa dihentikan sementara akibat musim kemarau berkepanjangan dan keterbatasan air di lokasi pertanian. Aipda Abraham Wemay lantas berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Inamosol.
Penyuluh pertanian Janeman Leithenu turut mendampingi kelompok tani, terutama dalam mendukung pengembangan pertanian sesuai kondisi lahan setempat. Koordinasi juga dilakukan dengan instansi pertanian, termasuk pengajuan permohonan dukungan sumber air kepada Dinas Pertanian Provinsi Maluku.
Lokasi pertanian kemudian ditinjau, dan permohonan tersebut mendapat tindak lanjut dari Kementerian Pertanian. Dukungan penyediaan air juga datang melalui pemerintah desa, dengan pekerjaan pengeboran sumber air bersih mulai dilaksanakan pada Agustus 2026.
Air Bersih Ditemukan, Bak Penampung 5 x 5 Meter Disiapkan
Hingga 5 Oktober 2026, pengeboran telah selesai dan air bersih berhasil diperoleh. Air itu ditampung dalam bak penampung berukuran 5 x 5 meter dengan tinggi 1,5 meter.
Fasilitas tersebut diharapkan mendukung aktivitas pertanian sekaligus berpotensi membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Kawatu. Untuk penanaman berikutnya, Dinas Pertanian menyiapkan 80 kilogram bibit padi gogo.
Pemerintah juga menyiapkan tujuh hektare lahan untuk pengembangan jagung pipil mulai awal November 2026. Perluasan itu menjadi kelanjutan dari pola pemanfaatan lahan tidur yang telah terbukti menghasilkan panen di tingkat dusun.