Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok 2026 Resmi Dibuka, Gubernir Maluku Titip Pesan Persaudaraan Orang Basudara

Penulis: Nurul Huda  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:33:42 WIB
Gubernur Maluku titip pesan persaudaraan dalam pembukaan Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok 2026.

MALUKU TENGAH — Ratusan warga Dusun Telaga Kodok dan pengunjung dari berbagai daerah memadati lokasi Festival Ketupat yang tahun ini mengusung tema "Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Keluarga dalam Bingkai Hidup Orang Basudara: Satu Ketupat, Seribu Cerita". Festival yang digelar sejak 2022 ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan simbol kuat persaudaraan yang diwariskan leluhur Maluku.

Gubernur Titip Pesan: Perbedaan Bukan Alasan Terpecah

Sadali le membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Festival Ketupat merupakan bagian dari sukacita masyarakat pasca-Iduladha yang sarat makna kebersamaan.

"Festival Ketupat bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Lebih dari itu, festival ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara," demikian kutipan sambutan yang dibacakan Sadali.

Gubernur juga menekankan bahwa nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan solidaritas sosial yang terkandung dalam tradisi ketupat menjadi modal sosial penting menjaga keharmonisan di Maluku. "Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita," ujar Sadali mengutip pesan Gubernur.

Kelima Kalinya Digelar, Kini Jadi Agenda Wisata Budaya Unggulan

Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok 2026 menjadi momentum istimewa karena menandai pelaksanaan yang kelima kalinya. Berawal dari inisiatif masyarakat melestarikan tradisi pasca-Iduladha, festival ini terus berkembang dan mendapat sambutan positif.

Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Telaga Kodok, pemerintah negeri, para raja, tokoh adat, tokoh agama, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang berkolaborasi menyukseskan acara. Festival ini dinilai memiliki potensi besar mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat.

Apa yang Membuat Festival Ketupat Ini Berbeda?

Tema "Satu Ketupat, Seribu Cerita" mencerminkan karakter masyarakat Maluku yang terbuka dan ramah tanpa memandang perbedaan. Tradisi ketupat yang diwariskan turun-temurun mengandung nilai-nilai luhur seperti persatuan dalam keberagaman.

Pemerintah berharap Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara ke Maluku. Konsistensi pelaksanaan dari tahun ke tahun menunjukkan komitmen warga menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan semangat orang basudara kepada generasi muda.

Bagaimana Respons Warga terhadap Festival Ini?

Festival yang digelar di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai setiap rangkaian acara, menjadikannya ruang promosi budaya lokal dan potensi pariwisata di wilayah tersebut.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: mediacenter.malukuprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top