AMBON — Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, menilai kasus pengeroyokan yang menimpa Abdullah Mahu bukanlah peristiwa biasa. Ia mendesak Kapolda Maluku untuk turun tangan dan memastikan proses hukum berjalan transparan.
“Kapolda harus tegas. Peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal ini harus diusut tuntas supaya ada efek jera bagi mereka,” kata Solichin di Ambon, Jumat (5/6/2026).
Peristiwa terjadi pada 11 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIT. Saat itu, Abdullah Mahu sedang menjalankan tugas dari tempat kerjanya di kawasan Air Kuning, Kebun Cengkeh, Negeri Batu Merah. Ia diduga dikejar dan dianiaya secara beramai-ramai oleh sekelompok orang tak dikenal hingga tidak sadarkan diri.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka serius. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Ambon sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Ambon untuk menjalani visum.
Hingga berita ini diturunkan, polisi telah mengamankan seorang warga yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Namun, Solichin Buton meminta penyidik tidak berhenti pada satu orang itu.
“Kami minta penyidik menelusuri keterlibatan pihak lain yang diduga ikut melakukan penganiayaan terhadap korban,” tegasnya.
Komisi I DPRD Maluku telah mengagendakan pemanggilan pihak kepolisian untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus dan sistem pengamanan di wilayah tersebut.
Solichin menyoroti bahwa kawasan Air Kuning dan sekitarnya sudah berulang kali menjadi lokasi tindak kriminal dan kekerasan. Ia menilai pengamanan di wilayah tersebut perlu dievaluasi secara serius.
“Ini bukan pertama kali terjadi. Sudah berulang kali ada kejadian seperti ini. Polisi harus serius supaya peristiwa-peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi lagi,” ujar politikus PKS itu.
Ia mendorong agar langkah-langkah pencegahan diperkuat, termasuk patroli rutin dan pengawasan di titik-titik rawan, agar kasus serupa tidak terus terulang di masa mendatang.
Keluarga Abdullah Mahu berharap kepolisian segera mengungkap seluruh pelaku yang terlibat. Mereka meminta proses hukum berjalan cepat dan transparan agar keadilan bagi korban dapat terwujud.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Maluku belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut.