Piala Dunia 2026: Argentina Juara Bertahan, Brasil dan Inggris Masih Favorit Utama

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 01:44:31 WIB
Argentina mempertahankan gelar juara Piala Dunia menjelang turnamen 2026.

MALUKU — Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2026, akan bergulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan format baru yang melibatkan 48 negara, persaingan diprediksi semakin sengit sejak fase grup.

Partai final akan berlangsung di New Jersey pada Minggu, 19 Juli 2026. Sejumlah tim besar sudah mulai mematangkan persiapan, dan bandar judi pun telah merilis daftar favorit juara.

Argentina dan Brasil: Dua Raksasa Amerika Selatan dengan Modal Berbeda

Argentina yang datang sebagai juara bertahan hanya duduk di posisi keempat favorit bersama Brasil, dengan odds 8/1. Lionel Scaloni belum banyak merombak skuad juara Piala Dunia 2022, namun kehadiran Lionel Messi yang akan berusia 39 tahun tetap menjadi ancaman serius. La Albiceleste diuntungkan dengan undian grup yang relatif ringan: Austria, Aljazair, dan Yordania.

Sementara itu, Brasil yang dilatih Carlo Ancelotti harus bangkit setelah finis kelima di kualifikasi zona Conmebol. Namun, rekor apik mereka di Piala Dunia yang digelar di benua Amerika—tiga gelar (1962, 1970, 1994)—menjadi modal psikologis. Nama-nama seperti Vinicius Junior dan Marquinhos diyakini bisa membawa Selecao kembali ke puncak setelah puasa gelar sejak 2002.

Inggris dan Portugal: Taktik Baru di Bawah Pelatih Top

Inggris menempati posisi ketiga favorit dengan odds 6/1. Kegagalan di dua final Euro beruntun membuat FA mendatangkan Thomas Tuchel pada 2024. The Three Lions akan menghadapi Kroasia di laga perdana Grup L pada 17 Juni. Tuchel diharapkan bisa memecahkan kutukan 60 tahun tanpa gelar.

Portugal (10/1) justru dihadapkan pada dilema unik: Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun tetap menjadi bagian skuad. Pertanyaan soal efektivitas CR7 di starting XI masih mengemuka, meski lini tengah yang diisi Joao Neves, Vitinha, dan Bruno Fernandes dianggap paling bertalenta di Eropa. Grup yang berisi DR Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia memberi mereka ruang untuk membangun momentum.

Jerman dan Belanda: Kebangkitan Dua Raksasa Eropa

Jerman (14/1) mulai menunjukkan taring setelah tampil solid di Euro 2024. Jamal Musiala dan Florian Wirtz menjadi motor serangan baru. Namun, mereka belum memenangkan satu pun laga knockout Piala Dunia sejak juara 2014—sebuah rekor yang harus segera dipatahkan.

Belanda (20/1) mengandalkan pertahanan kokoh berkat Virgil van Dijk dan Micky van de Ven. Masalah utama tetap di lini depan, namun sebagai tiga kali runner-up, Oranje punya sejarah panjang sebagai tim turnamen. Grup yang berisi Swedia, Jepang, dan Tunisia seharusnya bisa dilewati dengan mulus.

Kejutan dari Belgia dan Norwegia

Belgia (33/1) masih mengandalkan sisa-sisa Generasi Emas seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku. Namun, munculnya Jeremy Doku dan Charles De Ketelaere memberi angin segar. Mereka diunggulkan lolos dari grup berisi Mesir, Iran, dan Selandia Baru.

Norwegia (25/1) justru menjadi kuda hitam paling menarik. Untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, mereka lolos ke Piala Dunia. Duet Erling Haaland dan Martin Odegaard menjadi pusat perhatian. Catatan sempurna di kualifikasi—delapan kemenangan, 37 gol—membuat mereka layak diperhitungkan, meski grup yang berisi Prancis dan Senegal cukup berat.

Reporter: Nurul Huda
Back to top