MALUKU — MyFitnessPal resmi menghadirkan fitur AI Coach ke dalam aplikasi mereka. Alih-alih sekadar mencatat kalori, fitur ini dirancang untuk memberikan saran nutrisi yang lebih personal dan bisa langsung diterapkan. Pengembang mengklaim teknologi ini dibangun di atas database makanan terbesar di dunia dan lebih dari 20 tahun keahlian nutrisi.
Fitur ini bisa diakses melalui tab Coach yang baru di aplikasi. Setelah pengguna mulai berinteraksi, AI Coach akan langsung menganalisis data makanan yang sudah dicatat, tujuan diet, dan kebiasaan makan pengguna.
Hasilnya bukan sekadar angka, melainkan rekomendasi spesifik. Misalnya, jika Anda makan siang dengan porsi nasi yang besar, AI bisa menyarankan penggantian dengan sumber karbohidrat lain atau menyesuaikan porsi makan malam. Saran ini bersifat kontekstual, tergantung pada tujuan jangka panjang Anda, seperti menurunkan berat badan atau menambah massa otot.
Berdasarkan informasi resmi, AI Coach memiliki tiga kemampuan inti:
Melissa Jaeger, RD, LD, Head of Nutrition di MyFitnessPal, menjelaskan filosofi di balik fitur ini. “Sebagai ahli diet, kami tahu bahwa informasi nutrisi tanpa konteks bisa membingungkan untuk ditafsirkan dan ditindaklanjuti,” ujarnya dalam siaran pers.
“AI Coach bertindak sebagai penerjemah real-time. Ia melihat apa yang Anda makan untuk sarapan pagi itu, mempertimbangkan tujuan Anda, dan memberikan umpan balik yang bermakna sehingga tindakan mencatat makanan tidak hanya berguna, tetapi juga memberikan wawasan,” tambah Jaeger.
Saat ini, AI Coach baru tersedia untuk pelanggan Premium dan Premium+ di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran untuk pengguna di Indonesia.
Bagi pengguna yang sudah berlangganan paket premium di negara-negara tersebut, fitur ini bisa langsung diakses melalui tab Coach di aplikasi MyFitnessPal.
Dengan hadirnya AI Coach, MyFitnessPal berusaha mengubah aplikasi pencatat kalori menjadi asisten nutrisi yang lebih interaktif. Bagi pengguna yang serius menjalani program diet atau pola makan tertentu, fitur ini bisa menjadi nilai tambah yang signifikan — asalkan Anda bersedia membayar biaya langganan premium.