PGN Catat 484 Juta Jam Kerja Aman, Perkuat Sinergi Keselamatan dengan Ditjen Migas

Penulis: Oman Sudirman  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:48:01 WIB
PGN raih 484 juta jam kerja aman sebagai bukti komitmen keselamatan operasional gas bumi.

MALUKU — Sebagai operator infrastruktur gas bumi yang beroperasi di 18 provinsi, PGN tidak hanya berfokus pada distribusi energi. Perusahaan yang melayani pelanggan melalui jaringan pipa dan beyond pipeline ini menempatkan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap rantai bisnisnya, mulai dari transmisi, distribusi, hingga pengolahan gas bumi.

484 Juta Jam Aman dan 15 Penghargaan Patra Nirbhaya

Capaian 484 juta jam kerja aman hingga Mei 2026 menjadi salah satu indikator keberhasilan PGN dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM). Selain itu, perusahaan juga telah melaksanakan 48 kegiatan Management Walkthrough (MWT) dan 23 Management on Duty (MoD) sebagai bentuk pengawasan langsung oleh manajemen.

Kinerja keselamatan ini juga diakui secara nasional. Sepanjang periode tersebut, PGN dan entitas di bawahnya meraih 15 penghargaan Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa dari pemerintah. Tidak hanya itu, beberapa anak usaha Subholding Gas juga berhasil mengantongi 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau atas pengelolaan lingkungan dan keselamatan.

Regulator: Keselamatan Pilar Swasembada Energi

Dalam audiensi yang digelar di Kantor Pusat PGN, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Ditjen Migas, Joko Hadi Wibowo, menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi pilar utama dalam mendukung swasembada energi nasional. Menurutnya, implementasi SMKM yang konsisten serta pencapaian Zero Unplanned Shutdown adalah kunci menjaga pasokan energi yang andal dan ramah lingkungan.

"Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional," ujar Joko dalam paparannya.

Budaya Keselamatan Bukan Sekadar Kepatuhan

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menegaskan bahwa penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di perusahaannya telah melampaui sekadar kewajiban regulasi. PGN menjadikannya sebagai budaya kerja yang terus diperkuat.

"Keselamatan merupakan prioritas utama. Implementasi HSSE tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus kami perkuat agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan," kata Mirza mewakili manajemen.

Audiensi ini juga dihadiri jajaran direksi PGN lainnya, termasuk Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, serta Direktur Komersial Aldiansyah Idham. Mereka bersama para kepala teknik dan wakil kepala teknik di lingkungan Subholding Gas berdiskusi mengenai penguatan regulasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Ke depan, PGN berkomitmen untuk terus mengevaluasi keandalan aset dan instalasi secara berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan kontinuitas pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan gas bumi di dalam negeri.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top