AMBON — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku menggencarkan dua program unggulan, PIMPASA dan Desa Binaan Keimigrasian, sebagai strategi menjangkau masyarakat di daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara lain. Kepala Kanwil Imigrasi Maluku Gindo Ginting menyebut penguatan kedua program itu menjadi prioritas untuk memastikan tugas dan fungsi keimigrasian berjalan optimal di seluruh pelosok.
Petugas Imigrasi Turun ke Desa, Bukan Hanya Urus Paspor
Melalui program PIMPASA, petugas imigrasi tidak lagi sekadar melayani pembuatan paspor di kantor. Mereka diterjunkan ke desa-desa untuk memberikan edukasi tentang aturan keimigrasian sekaligus memantau potensi pelanggaran. “Tagline Imigrasi Untuk Rakyat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Masyarakat harus merasakan bahwa setiap layanan yang kita berikan cepat, ramah, akuntabel, dan memberikan kepastian. Itulah wajah imigrasi yang ingin kita bangun bersama,” kata Gindo di Ambon, Rabu.
Maluku: Medan Berat dengan 1.000 Lebih Pulau
Provinsi Maluku memiliki karakteristik geografis yang unik. Ribuan pulau tersebar dan sebagian berbatasan dengan negara tetangga. Kondisi ini, menurut Gindo, menuntut jajaran imigrasi bekerja lebih kolaboratif dan responsif. Program Desa Binaan Keimigrasian dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Inspeksi Mendadak ke Kantor Imigrasi Ambon
Sebagai langkah konkret, Gindo melakukan pengawasan langsung ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon. Ia meninjau area pelayanan, memeriksa sarana dan prasarana, serta berdialog dengan petugas lini depan. “Kantor Wilayah harus hadir sebagai