AMBON — Puluhan anak binaan di LPKA Kelas II Ambon mengikuti sesi pembinaan psikologis yang dikemas dalam bentuk permainan dan senam psiko, Jumat (17/7). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara LPKA Ambon dengan Forum Anak Maluku, sebuah organisasi yang fokus pada pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Ketua Forum Anak Maluku, Aurel Eunike Sopulatu, bersama timnya memandu langsung seluruh rangkaian aktivitas. Mulai dari senam yang dirancang untuk membangun konsentrasi dan kerja sama, hingga sesi berbagi yang mengajak anak binaan memahami pentingnya menjaga kesehatan mental.
Senam Psiko dan Permainan Edukatif untuk Bangun Kepercayaan Diri
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Manuel Yenusi, menegaskan bahwa pembinaan tidak bisa hanya berfokus pada aspek kedisiplinan. Menurutnya, kesehatan psikologis anak binaan menjadi fondasi utama agar mereka siap berintegrasi kembali ke masyarakat.
“Kami menyambut baik kolaborasi bersama Forum Anak Maluku. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi Anak Binaan untuk mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan bersosialisasi,” ujar Manuel Yenusi dalam sambutannya.
Para anak binaan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Salah seorang di antaranya, berinisial R, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan secara rutin.
Forum Anak Maluku: Dukungan Psikososial untuk Anak Berhadapan dengan Hukum
Aurel Eunike Sopulatu mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Forum Anak Maluku terhadap anak-anak yang tengah menjalani masa pembinaan. Ia ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan namun tetap edukatif.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus edukatif. Melalui permainan, senam psiko, dan sesi berbagi, kami berharap adik-adik di LPKA dapat merasa lebih percaya diri, mampu mengekspresikan diri secara positif, dan semakin termotivasi untuk terus belajar serta berkarya,” ungkap Aurel.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan di LPKA Ambon tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pemulihan mental dan sosial anak. Manuel Yenusi menambahkan, pendekatan humanis seperti ini diyakini mampu menekan angka pengulangan tindak pidana di kalangan anak.
Pembinaan Berkelanjutan Jadi Target LPKA Ambon
Ke depan, LPKA Kelas II Ambon berencana memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga psikolog profesional dan komunitas kreatif. Tujuannya, program pembinaan tidak berhenti pada satu kali kegiatan, tetapi menjadi agenda rutin yang terukur dampaknya.
“Kami berharap pembinaan psikologis dan kreativitas dapat menjadi bekal positif bagi mereka dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Manuel Yenusi.