MALUKU — Data RTI mencatat, hingga pukul 09.11 WIB, sebanyak 163 saham emiten melemah, sementara 316 saham menguat dan 208 saham lainnya stagnan. Total transaksi yang tercatat mencapai Rp1,158 triliun dengan volume perdagangan 2,045 miliar saham.
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (9/7). Indeks Nasdaq Composite memimpin kenaikan dengan melonjak 1,30 persen, disusul S&P 500 yang naik 0,81 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,27 persen. Rally saham semikonduktor dan pelemahan harga minyak menjadi motor penggerak di tengah memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran.
Bursa Asia mayoritas juga mencatatkan penguatan. Nikkei 225 Jepang naik 1,4 persen, Kospi Korea Selatan menguat 0,62 persen, dan Kosdaq melesat 1,15 persen. Namun, Hang Seng Hong Kong justru turun 0,70 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,26 persen, dan Taiex Taiwan berkurang 0,83 persen.
Fanny Suherman memperingatkan agar pelaku pasar tetap waspada selama IHSG belum mampu menembus level 6.050. "Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah rupiah yang telah menembus Rp18.100. Diperkirakan support IHSG 5.800-5.870 dan resist IHSG 5.970-6.050," jelas Fanny dalam risetnya.
Berikut enam saham yang menjadi trading idea hari ini:
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,67 persen, namun diiringi aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp674 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN. Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari luar negeri masih membayangi pergerakan indeks meskipun terjadi penguatan.
Investasi mengandung risiko. Keputusan pembelian saham sepenuhnya berada di tangan investor berdasarkan analisis dan profil risiko masing-masing.