AMBON — Modus kejahatan keuangan digital kian canggih. Mulai dari phishing, social engineering, pencurian data pribadi, hingga penipuan lewat media sosial terus menyasar masyarakat dengan literasi digital yang masih rendah. Menyadari hal itu, Polda Maluku dan OJK Maluku menggandeng Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pencegahan.
Bhabinkamtibmas Jadi Garda Terdepan Edukasi Warga
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Kombes Pol Piter Yanottama mengatakan, program Salawaku bukan sekadar seremonial. "Program ini bertujuan meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat dalam menghadapi berbagai modus kejahatan keuangan digital, seperti scam, investasi ilegal, pinjaman daring ilegal, hingga pencurian data pribadi," ujarnya di Ambon, Rabu (8/7).
Menurut Piter, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Polri di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka menjadi prioritas agar mampu melakukan deteksi dini dan pencegahan hingga ke tingkat RT/RW.
Materi Pelatihan: dari Modus Ilegal hingga Penegakan Hukum
Dalam sosialisasi perdana, personel Bhabinkamtibmas dibekali pemaparan materi tentang berbagai modus aktivitas keuangan ilegal, perkembangan kejahatan siber di sektor keuangan, strategi pencegahan, serta penegakan hukum terhadap penipuan transaksi keuangan digital. Kegiatan ini digelar di Ambon dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh wilayah hukum Polda Maluku.
'Vaksin' Informasi untuk Masyarakat Maluku
Kombes Pol Piter menegaskan, program Salawaku dirancang sebagai gerakan bersama. "Melalui publikasi dan edukasi yang masif, kami ingin memberikan semacam 'vaksin' informasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpapar berbagai modus kejahatan keuangan digital," katanya.
Ia menambahkan, sinergi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Polda Maluku tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan OJK dan kesadaran warga.
Transformasi Polri Presisi yang Preventif dan Edukatif
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menjelaskan, Program Salawaku merupakan implementasi transformasi Polri Presisi. Pendekatan yang diusung bersifat preventif, edukatif, kolaboratif, dan berbasis literasi digital untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari kejahatan keuangan.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka korban investasi ilegal dan pinjaman daring ilegal di Maluku bisa ditekan secara signifikan. Bhabinkamtibmas kini tak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan digital di kampung-kampung.