MALUKU — Ram resmi mengumumkan kehadiran Ram 1500 TRX SRT 2027 yang kini menyemburkan tenaga 777 tenaga kuda. Angka ini naik signifikan 57 HP dari generasi sebelumnya yang “hanya” 720 HP. Langkah ini merupakan respons langsung atas keberhasilan Ford Raptor R yang sempat merebut gelar pikap bertenaga terbesar di kelasnya.
Alih-alih merancang mesin baru dari nol, tim SRT mengakali keterbatasan waktu dengan menjarah “parts bin” Mopar. Mereka mengambil komponen valvetrain dari mesin Redeye yang memungkinkan putaran mesin naik 300 rpm lebih tinggi dari TRX lama.
Supercharger twin-screw 2.4 liter juga mendapatkan katrol lebih kecil — dari 3,43 inci menjadi 3,17 inci — plus sistem pendingin udara baru. Tekanan bahan bakar dinaikkan dari 5 bar menjadi 7 bar demi menjaga pasokan bensin ke ruang bakar. Hasilnya, kurva tenaga tetap naik di putaran atas tanpa kehilangan torsi bawah.
CEO Ram, Tim Kuniskis — yang dijuluki “Bapak Hemi” — dipanggil dari pensiun pada Desember lalu untuk membalikkan penjualan pikap Mopar yang terus merosot. Keputusan menghidupkan kembali mesin V8 Hemi ini tidak lepas dari perubahan kepemimpinan di Stellantis, bukan semata karena pelonggaran regulasi emisi di AS.
“Saya akan melakukannya tetap,” ujar Kuniskis saat ditanya apakah kebijakan Presiden Trump memuluskan rencana ini. Meski regulasi CAFE yang dilonggarkan membantu, Kuniskis menegaskan keputusan sudah bulat sebelum perubahan politik terjadi. Ram masih memproduksi Hemi untuk lini truk berat, sehingga skala produksi bisa dinaikkan tanpa memulai dari nol.
Dalam waktu 18 bulan, Ram berhasil menghadirkan empat varian mesin V8 sekaligus: mild-hybrid 5.7 liter, 6.4 liter 392, 6.2 liter Hellcat, dan 5.7 liter non-hibrida yang kembali untuk varian Rumble Bee dan 1500 standar. Langkah agresif ini menunjukkan Ram serius mempertahankan penggemar setia mesin Hemi.
TRX 2027 tetap mempertahankan sasis monocoque dengan ground clearance tinggi dan suspensi off-road adaptif. Belum ada informasi apakah pikap gila ini akan masuk ke Indonesia secara resmi, mengingat pajak progresif dan preferensi pasar lokal yang lebih condong ke mesin diesel.