MALUKU — Ugreen kembali meramaikan pasar NAS entry level dengan DH2300, perangkat 2-bay yang mengusung sistem operasi UGOS bawaan. Dalam pengujian, NAS ini mencatat kecepatan baca 115 MB/s dan tulis 105 MB/s melalui port Gigabit Ethernet — angka yang memadai untuk streaming konten 4K ke beberapa perangkat, backup otomatis beberapa komputer, dan berbagi file ke ponsel serta laptop di rumah.
Spesifikasi dan Desain
- Prosesor: Quad-core ARM
- RAM: 4GB DDR4
- Sistem Operasi: UGOS (Ugreen punya sendiri)
- Port: 1x Gigabit Ethernet, 1x HDMI 4K, 1x USB-C 3.2 (depan), 2x USB-A (belakang)
- Dukungan RAID: RAID 0, RAID 1, JBOD
- Daya Idle: 8 watt
- Desain: Drive vertikal, tutup magnetik, tanpa tool untuk drive 2,5 inci
Drive dipasang secara vertikal tanpa perlu tray — cukup geser masuk dan kencangkan dengan sekrup untuk ukuran 3,5 inci. Tutup magnetik memudahkan akses saat ingin mengganti drive. Perangkat dijual tanpa harddisk (diskless), jadi pengguna bebas memilih kapasitas sendiri, mulai dari 1 TB hingga 16 TB per bay, dengan rekomendasi WD Red atau Seagate IronWolf.
Sistem Operasi UGOS: Antara Sederhana dan Fungsional
UGOS menjadi nilai jual utama DH2300. Dibanding QNAP yang terasa berat dipelajari atau TerraMaster yang aplikasi HDMI-nya masih minim, UGOS hadir di posisi tengah yang pas. Antarmukanya bersih dan pengguna baru bisa langsung mengatur NAS tanpa perlu tutorial panjang.
Fitur yang tersedia mencakup sinkronisasi cloud, agen backup komputer, dan pemutaran media ke layar lokal lewat port HDMI. Port HDMI ini benar-benar bisa dipakai — berbeda dengan beberapa kompetitor yang menyertakan port serupa tapi tanpa aplikasi pendukung yang matang.
Performa Nyata dan Konsumsi Daya
Dengan daya idle hanya 8 watt, DH2300 termasuk salah satu NAS paling efisien di kelasnya. Perangkat bisa dinyalakan 24 jam tanpa khawatir tagihan listrik membengkak. Suara kipasnya pun tergolong senyap, cocok ditempatkan di ruang kerja, kamar tidur, atau ruang keluarga.
Untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, Ugreen juga menyediakan varian DXP6800 Pro (10-core Intel Core i5, 8GB DDR5, dual 10GbE) dan model 6-bay dengan prosesor Intel Core i3, keduanya dijual terpisah dan menyasar kreator konten serta profesional.
Kekurangan yang Perlu Dicatat
Meski unggul di kemudahan penggunaan, DH2300 bukanlah NAS untuk beban berat. Prosesor ARM dan RAM 4GB membatasi kemampuan multitasking tingkat lanjut — misalnya menjalankan banyak kontainer Docker secara bersamaan. Pemasangan drive 3,5 inci masih membutuhkan obeng, meski hanya sekali atau dua kali seumur pakai.
Kesimpulan: Untuk Siapa NAS Ini?
Ugreen NASync DH2300 paling cocok untuk pemilik rumah atau kantor kecil yang baru pertama kali menggunakan NAS. Dengan harga USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) plus biaya harddisk sendiri, pengguna mendapatkan sistem penyimpanan pribadi yang mudah diatur, cukup cepat untuk kebutuhan sehari-hari, dan sangat hemat listrik. Jika Anda sudah memiliki pengalaman dengan NAS atau butuh performa di atas 1 Gbps, pertimbangkan model yang lebih tinggi.