7 Air Terjun Cantik di Maluku untuk Healing, dari Tersembunyi hingga Mudah Dijangkau

Penulis: Mustofa Kamal  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 14:46:31 WIB
Air Terjun Tulehu di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi salah satu destinasi favorit warga Ambon karena jaraknya yang dekat dari pusat kota. Air Terjun Waehila di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, memiliki ketinggian sekitar 30 meter denga

Pulau Seribu Gereja memang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Tapi bagi warga lokal yang tinggal di Ambon atau perantau yang mudik ke Maluku, mencari tempat healing di air terjun adalah pilihan yang tak kalah menarik. Suara gemericik air dan rimbunnya pepohonan sagu menjadi terapi alami yang sulit ditemukan di kota besar.

Masalahnya, tidak semua air terjun di Maluku mudah diakses. Beberapa butuh trekking melewati kebun cengkih, yang lain bisa dicapai dengan motor matic. Artikel ini tidak akan menyebut harga tiket atau jam buka—karena data itu berubah cepat. Sebagai gantinya, saya akan membagikan pengalaman lapangan dan tips praktis yang sudah teruji.

1. Air Terjun Tulehu

Terletak di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, air terjun ini menjadi favorit warga Ambon karena jaraknya yang dekat. Dari pusat kota, perjalanan memakan waktu sekitar 30-45 menit menggunakan kendaraan roda dua atau empat.

Kolamnya cukup luas untuk berenang. Airnya dingin tapi tidak menyengat. Waktu terbaik adalah pagi hari, sebelum pengunjung ramai. Jangan lupa bawa bekal—warung di sekitar tidak selalu buka.

2. Air Terjun Waehila

Berada di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, air terjun ini punya ketinggian sekitar 30 meter. Uniknya, Anda bisa berdiri di balik tirai air karena ada ceruk di belakangnya. Fenomena ini langka untuk air terjun di Maluku.

Akses jalannya sudah diaspal, tapi tikungannya tajam. Pengendara motor perlu hati-hati, apalagi kalau habis hujan. Untuk mencapai lokasi, Anda harus turun sekitar 200 anak tangga. Tidak cocok untuk lansia dengan masalah lutut.

3. Air Terjun Liang

Berlokasi di Kecamatan Leihitu Barat, air terjun ini masih sepi pengunjung. Padahal keindahannya tidak kalah dengan yang sudah terkenal. Airnya berwarna hijau toska, menyerupai kolam renang alami.

Tidak ada petunjuk jalan yang jelas. Disarankan membawa penduduk lokal sebagai pemandu. Sinyal telepon hilang begitu masuk area hutan. Simpan dulu peta offline sebelum berangkat.

4. Air Terjun Waiselaka

Air terjun ini berada di Pulau Seram, tepatnya di Kecamatan Taniwel. Butuh perjalanan laut dulu dari Ambon menggunakan kapal cepat ke Pelabuhan Waipirit, lalu lanjut darat sekitar satu jam.

Kolamnya dalam, cocok untuk diving atau sekadar berendam. Airnya sangat jernih, Anda bisa melihat dasar kolam yang dipenuhi bebatuan. Bawalah sepatu air—batu di sekitar licin karena lumut.

5. Air Terjun Hukurila

Berada di Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, air terjun ini terkenal dengan tebing-tebing curam di sekitarnya. Suasananya sunyi, hanya terdengar suara burung dan aliran air.

Jalurnya cukup menantang. Anda harus menuruni tebing dengan bantuan tali tambang yang sudah dipasang warga. Tidak disarankan untuk pemula. Kalau ragu, mintalah pendamping dari pemuda setempat.

6. Air Terjun Waiheru

Terletak di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, air terjun ini mudah diakses dari Kota Ambon. Hanya butuh 20 menit berkendara dari pusat kota. Cocok untuk healing dadakan di akhir pekan.

Airnya tidak terlalu dalam, aman untuk anak-anak. Tapi perhatikan arus—setelah hujan deras, debit air bisa naik drastis. Jangan berenang saat cuaca mendung.

7. Air Terjun Salawai

Air terjun ini berada di Pulau Buru, butuh perjalanan udara dari Ambon ke Bandara Namlea. Setelah itu, lanjut darat sekitar 45 menit. Air terjun Salawai punya tiga tingkatan yang bisa dijelajahi.

Yang menarik, di sekitar lokasi ada kebun cengkih dan pala milik warga. Anda bisa mampir untuk membeli hasil bumi langsung dari petani. Tapi pastikan Anda datang di musim panen, sekitar Juli hingga September.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa air terjun di Maluku yang paling mudah diakses?
Air Terjun Waiheru dan Air Terjun Tulehu adalah yang paling mudah. Keduanya bisa dicapai dengan kendaraan roda dua dalam waktu kurang dari satu jam dari pusat Kota Ambon. Tidak perlu trekking berat.

2. Kapan waktu terbaik berkunjung ke air terjun di Maluku?
Musim kemarau, sekitar Mei hingga Oktober. Debit air tetap deras, tapi risiko longsor dan jalan licin lebih kecil. Hindari datang saat hujan deras karena arus bisa berbahaya.

3. Apakah air terjun di Maluku aman untuk anak-anak?
Beberapa seperti Air Terjun Waiheru dan Tulehu relatif aman karena kolamnya dangkal. Tapi tetap awasi anak setiap saat. Air terjun yang butuh trekking seperti Hukurila tidak disarankan untuk balita.

4. Apa yang harus dibawa saat ke air terjun di Maluku?
Sepatu air atau sandal gunung, baju ganti, air minum, dan makanan ringan. Jangan lupa kantong plastik untuk sampah. Banyak lokasi tidak memiliki tempat sampah, jadi bawa kembali sampah Anda.

5. Bagaimana cara mencapai air terjun di Pulau Seram?
Naik kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu di Ambon ke Pelabuhan Waipirit. Perjalanan sekitar 1,5 jam. Dari Waipirit, lanjut darat dengan angkutan umum atau sewa kendaraan. Cek jadwal kapal sebelumnya karena tidak setiap jam ada.

Air terjun di Maluku bukan sekadar tempat wisata. Bagi warga lokal, ini adalah ruang untuk melepas penat setelah seminggu bekerja. Bagi perantau yang pulang kampung, ini adalah pengingat bahwa Maluku tidak hanya soal pantai. Cek dulu kondisi cuaca dan akses jalan sebelum berangkat. Kalau ragu, tanya warga sekitar—mereka tahu mana jalur yang aman dan mana yang perlu dihindari.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Air terjun m?
na di Maluku yang memiliki fenomena unik di balik tirai air? A: Air Terjun Waehila di Negeri Hila memiliki ceruk di belakang tirai air, sehingga pengunjung bisa berdiri di balik air terjun setinggi 30 meter tersebut.

Reporter: Mustofa Kamal
Back to top