Pencarian

Wakil Wali Kota Ambon Apresiasi QRIS Jelajah Indonesia 2026, Dorong UMKM Go Digital Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal

Senin, 13 Juli 2026 • 15:44:31 WIB
Wakil Wali Kota Ambon Apresiasi QRIS Jelajah Indonesia 2026, Dorong UMKM Go Digital Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal
Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menghadiri sosialisasi QRIS Jelajah Indonesia 2026 di Negeri Rutong.

AMBON — Pemerintah Kota Ambon menilai penyelenggaraan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026 bukan sekadar ajang sosialisasi transaksi digital. Program yang digagas Bank Indonesia Perwakilan Maluku ini dinilai mampu menjadi jembatan bagi pelaku UMKM di daerah untuk naik kelas tanpa kehilangan identitas budaya.

Mengapa Digitalisasi Pembayaran Jadi Kunci UMKM Ambon?

Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menekankan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar transformasi digital tidak menghilangkan nilai-nilai budaya dan identitas lokal yang menjadi ciri khas Maluku.

"Transformasi digital tidak hanya memberikan kemudahan bertransaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak penguatan UMKM, peningkatan daya saing daerah, serta pelestarian kekayaan budaya dan kuliner lokal kita," ujar Ely dalam sambutannya di Negeri Rutong.

QRIS Jelajah Indonesia 2026: Kolaborasi Ekonomi dan Pariwisata

Kegiatan yang mengusung tema "Jelajahi Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS" itu mendapat dukungan penuh dari Pemkot Ambon. Ely menilai konsep QJI 2026 berhasil menggabungkan edukasi transaksi digital dengan promosi sektor pariwisata, budaya, dan kuliner secara terpadu.

Menurutnya, model kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan ekonomi dan sektor kreatif bisa berjalan beriringan. Pelaku UMKM tidak hanya diajak melek teknologi, tetapi juga diberi ruang untuk mempromosikan produk lokal ke audiens yang lebih luas melalui sistem pembayaran non-tunai.

Apa Dampaknya bagi Pelaku UMKM dan Wisatawan?

Dengan adanya QRIS, wisatawan yang berkunjung ke lokasi-lokasi kuliner dan destinasi wisata di Ambon tidak perlu lagi repot membawa uang tunai. Cukup dengan memindai kode QR, transaksi bisa selesai dalam hitungan detik. Hal ini diyakini akan meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong perputaran ekonomi di sektor riil.

Bagi pelaku UMKM, adopsi QRIS membuka peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen dari luar daerah. Sistem pembayaran digital juga memudahkan pencatatan omzet, yang pada akhirnya membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan perbankan di kemudian hari.

Pemkot Ambon berharap program serupa bisa terus diperluas ke seluruh kecamatan dan negeri-negeri di Kota Ambon. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah daerah untuk mempercepat inklusi keuangan digital di Maluku.

Bagikan
Sumber: porostimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks