Timbangan Withings Body Scan 2 Dijual Rp 9,6 Juta, Janjikan Pemindaian Setara Klinik

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 01:07:01 WIB
Withings resmi memasarkan Body Scan 2 di Amerika Serikat dengan harga USD 600 atau sekitar Rp 9,6 juta.

MALUKU — Withings akhirnya mendapatkan persetujuan regulasi yang diperlukan untuk memasarkan Body Scan 2 di Amerika Serikat. Produk yang pertama kali diperkenalkan pada Januari lalu ini kini bisa dipesan langsung dari situs resmi Withings. Perusahaan menyebutkan bahwa kualitas data yang dihasilkan alat ini sebanding dengan mesin DEXA di rumah sakit — menjadikannya "murah" jika dibandingkan dengan biaya pemeriksaan klinis.

Spesifikasi dan Fitur Unggulan

Body Scan 2 adalah versi terbaru dari lini timbangan super-premium Withings. Peningkatan paling signifikan terletak pada jumlah biomarker yang bisa dianalisis, dari 40 pada model pertama menjadi 60 biomarker.

  • Impedance Cardiography (ICG): Memantau kemampuan jantung dalam memompa darah ke organ-organ tubuh.
  • Bioimpedance Spectroscopy (BIS): Menggunakan aliran listrik tingkat rendah untuk mengukur total air dalam tubuh. Data ini digunakan untuk memantau usia sel, massa sel aktif, dan efisiensi metabolisme.

Harga dan Ketersediaan

Timbangan ini dijual seharga USD 600. Untuk saat ini, pengiriman hanya berlaku di wilayah AS. Pembeli juga mendapatkan uji coba gratis satu bulan layanan Withings+, yaitu layanan premium pemantauan kesehatan dari perusahaan tersebut. Belum ada informasi mengenai ketersediaan produk ini di pasar Indonesia.

Posisi di Pasar dan Target Pengguna

Dengan harga yang setara dengan ponsel kelas menengah, Body Scan 2 jelas bukan produk untuk semua orang. Alat ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan data kesehatan mendetail setiap hari, seperti atlet, pengidap kondisi kronis tertentu, atau mereka yang sangat peduli dengan metrik kebugaran. Dengan klaim kualitas data setara klinik, biaya USD 600 bisa dianggap investasi jangka panjang dibandingkan biaya pemeriksaan DEXA yang bisa mencapai jutaan rupiah per sesi.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top