AMBON — Delapan awak Kapal Motor (KM) Teluk Bara yang tenggelam di Perairan Tanjung Alang, Maluku Tengah, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan, Sabtu. Mereka sebelumnya terombang-ambing di laut setelah kapal bermuatan material bangunan itu karam dihantam gelombang tinggi.
KM Teluk Bara bertolak dari Kota Ambon menuju Kabupaten Buru Selatan sekitar pukul 05.00 WIT. Namun, setibanya di Tanjung Alang, kapal kayu tersebut dihantam gelombang tinggi hingga papan bagian bawah terlepas dan kapal kemasukan air.
"Seluruh ABK berhasil melompat ke laut untuk menyelamatkan diri," kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, di Ambon.
Laporan pertama diterima Basarnas Ambon dari seorang warga bernama Isjon Siwalette sekitar pukul 07.35 WIT. Tim Rescue langsung dikerahkan menggunakan Rigit Buoyancy Boat (RBB) pada pukul 07.50 WIT menuju koordinat 3°47'3.39"S - 127°59'40.85"E, sekitar 16 Nautical Mile dari Dermaga BRIN Ambon.
Operasi SAR dilakukan di tengah gelombang tinggi. Titik terang muncul sekitar pukul 11.06 WIT ketika tim darat bersama masyarakat Desa Alang melihat sebuah kapal yacht berputar-putar di dekat lokasi tenggelam.
Tim RBB pun berkoordinasi dengan kapal yacht Salty Dogz berbendera Selandia Baru. Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat di atas kapal tersebut dan hendak dibawa menuju Kota Ambon.
Para ABK hanyut dan bertahan di permukaan air selama beberapa jam dengan bantuan papan kayu dan jerigen air. Mereka akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh kru kapal yacht sekitar pukul 10.00 WIT.
Kedelapan korban kemudian dievakuasi Tim RBB ke Kapal Negara (KN) SAR Abimanyu dan dibawa ke Dermaga BRIN Ambon untuk diserahkan kepada pihak keluarga.