MALUKU — Leica Al Humaira Lubis menyumbang medali perunggu untuk Indonesia di Asian Games 2026 dari cabang karate nomor kumite +68 kg putri. Karateka debutan itu mengalahkan wakil Kirgizstan, Begimai Orozalieva, dengan skor 6-1 di Toyohashi Gymnasium, Aichi. Tambahan medali ini membuat kontingen Merah Putih mengoleksi lima keping sejauh ini.
Leica tampil dominan sejak awal pertandingan perebutan medali perunggu. Skor 6-1 atas Orozalieva memastikan dirinya naik podium pada debut di Asian Games.
Hasil itu menjadi pembalasan atas kekecewaan di semifinal. Leica sebelumnya kalah tipis 3-4 dari karateka Thailand, Maneevan Butsuwan, sehingga gagal melaju ke partai final.
Kekalahan Tipis di Semifinal, Leica Bangkit di Perebutan Perunggu
Semifinal melawan Butsuwan berjalan ketat. Leica sempat memberi perlawanan sengit, namun selisih satu poin membuat langkahnya terhenti di babak empat besar.
Dari situ, Leica tidak membiarkan momentum hilang. Ia tampil lebih agresif saat menghadapi Orozalieva dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.
Bagi Leica, ini adalah penampilan perdana di panggung Asian Games. Medali perunggu menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi Asia.
Rincian Lima Medali Indonesia: Satu Perak, Empat Perunggu
Dengan tambahan dari karate, Indonesia kini mengoleksi lima medali di Asian Games 2026. Rinciannya adalah satu perak dan empat perunggu.
Medali perak dipersembahkan Sumaya dari cabang teqball nomor tunggal putri. Pencapaian itu untuk sementara menjadi hasil tertinggi atlet Indonesia di ajang ini.
Adapun empat keping perunggu diraih dari beberapa cabang berbeda:
- Seraf Naro Siregar dari wushu
- Yoga Ardika Putra dari teqball
- Tim soft tenis beregu putra
- Leica Al Humaira Lubis dari karate
Karate dan Teqball Jadi Penyumbang Terbanyak
Dua cabang menyumbang lebih dari separuh koleksi medali Indonesia sejauh ini. Teqball menyumbang satu perak dan satu perunggu, sementara karate menambah satu perunggu.
Wushu dan soft tenis melengkapi perolehan dari jalur berbeda. Kombinasi ini menunjukkan sebaran medali Indonesia tidak hanya bergantung pada satu cabang.
Perjalanan kontingen masih panjang. Sejumlah nomor di berbagai cabang belum dipertandingkan, membuka peluang tambahan medali bagi atlet Merah Putih.