Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menilai Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang bukan sekadar ajang kompetisi membaca Al Quran, melainkan wadah memperkuat ukhuwah Islam dan persaudaraan antardaerah. Penyelenggaraan MTQ yang mempertemukan kafilah dari berbagai provinsi itu dinilai memberi ruang mempererat silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Abdullah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas pelayanan yang diberikan kepada kontingen Maluku selama mengikuti rangkaian perlombaan.
AMBON — Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menegaskan nilai-nilai Al Quran harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan saling menghargai. Penegasan itu disampaikannya saat menanggapi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah.
"MTQ Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan. Nilai-nilai Al Quran harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan saling menghargai," kata Abdullah dalam keterangan yang diterima di Ambon, Sabtu (19/9).
Silaturahmi Antarkafilah Jadi Nilai Utama MTQ
Menurut Abdullah, pertemuan kafilah dari berbagai provinsi dalam MTQ Nasional memberikan ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nilai persaudaraan yang terbangun melalui MTQ diharapkan tidak berhenti selama penyelenggaraan kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ia menilai semangat kebersamaan antardaerah itu menjadi bagian penting dari penyelenggaraan MTQ, di luar orientasi meraih prestasi di cabang-cabang perlombaan Al Quran.
Apresiasi untuk Pemprov Jawa Tengah
Abdullah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh pihak yang memberikan pelayanan kepada kontingen Maluku selama mengikuti MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang.
"Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi sambutan hangat dan perhatian yang diberikan kepada kontingen Maluku. Hal ini menjadi wujud kebersamaan dan persaudaraan antarprovinsi dalam menyukseskan MTQ Nasional XXXI," ujarnya.
Kehadiran dirinya di Semarang, kata Abdullah, sekaligus untuk memberikan dukungan moral kepada seluruh kafilah Maluku yang telah mengikuti rangkaian perlombaan dan membawa nama daerah pada tingkat nasional.
Harapan Pengamalan Nilai Al Quran di Masyarakat Maluku
Ia berharap keikutsertaan Maluku dalam MTQ Nasional tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga mendorong penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al Quran di tengah masyarakat.
"Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Al Quran dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memperkuat karakter masyarakat Maluku dan kehidupan yang harmonis," katanya.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang mempertemukan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia dalam sejumlah cabang perlombaan Al Quran, sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarkontingen.