MALUKU — Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan operasi pemadaman dimulai pukul 19.41 WIB, sepuluh menit setelah pihaknya menerima informasi kebakaran pada pukul 19.31 WIB. Sembilan unit armada dan 45 personel diterjunkan untuk memadamkan api yang membesar dengan cepat.
Menurut Abdul, warga sekitar melaporkan adanya suara ledakan sesaat sebelum kobaran api terlihat. "Tetangga mendengar seperti ledakan, lalu melihat api sudah membesar dari rumah korban, lalu dengan segera menghubungi pengurus warga dan Damkar," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Ledakan itu diduga menjadi pemicu awal kebakaran. Namun, hingga saat ini penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan petugas di lapangan. Belum ada keterangan resmi mengenai asal ledakan atau bahan yang mungkin meledak.
Setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.11 WIB, petugas memasuki rumah dan menemukan satu orang penghuni dalam kondisi tidak bernyawa. "Korban meninggal dunia diketemukan di kamar belakang sebelah kanan," kata Abdul. Identitas korban belum diumumkan hingga berita ini diturunkan.
Rumah di lokasi tersebut diketahui berada di kawasan padat penduduk. Beruntung, api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya berkat respons cepat petugas pemadam.
Abdul merinci bahwa total sembilan unit armada dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur dikerahkan. Personel berjibaku selama kurang lebih 40 menit hingga api benar-benar padam. "Operasi pemadaman selesai," tuturnya.
Petugas masih melakukan pendinginan dan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti. Warga diminta tetap waspada dan segera melaporkan jika mencium bau gas atau melihat tanda-tanda kebakaran.