AMBON — Sekretaris Daerah Kota Ambon Roberd Sapulette menyampaikan alokasi anggaran itu saat membuka Forum Komunikasi Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta untuk UHC Berkualitas di Balai Kota Ambon, Rabu (23/9/2026). Menurutnya, pembiayaan tersebut jadi salah satu strategi pemkot memperluas cakupan kepesertaan JKN aktif.
Per 1 September 2026, jumlah peserta JKN di Kota Ambon tercatat 358.347 jiwa atau 98,25 persen dari total penduduk. Dari angka itu, peserta aktif baru 280.056 jiwa atau 76,78 persen.
78.291 Warga Belum Tercover JKN Aktif
Selisih antara peserta terdaftar dan peserta aktif mencapai 78.291 jiwa. Kelompok ini kepesertaannya tidak aktif atau belum terdaftar, sehingga belum bisa mengakses layanan kesehatan melalui JKN secara penuh.
“Ini menjadi tugas kita bersama bagaimana memastikan ke depannya seluruh masyarakat dapat terlayani tanpa kendala biaya melalui program JKN,” kata Sapulette.
Pemkot Ambon menyebut seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah di kota itu sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama itu berlaku untuk melayani peserta JKN aktif.
Keaktifan Peserta Jadi Syarat UHC Prioritas
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon Indira Rumalutur mengatakan, salah satu syarat pemenuhan UHC Prioritas adalah tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen. Kota Ambon masih menyisakan gap peserta aktif sekitar 12 ribu peserta dari ambang itu.
“Di Kota Ambon masih ada gap peserta aktif sekitar 12 ribu peserta,” ujar Indira.
Indira menyebut ada alternatif pembiayaan kepesertaan JKN lewat program Donasi JKN. Program itu mencakup donasi perorangan, badan usaha, maupun lembaga atau badan lainnya.
Sapulette berharap badan usaha, badan hukum, filantropi, dan masyarakat ikut berkontribusi melalui berbagai skema pembiayaan. Tujuannya memperluas cakupan kepesertaan JKN aktif di Kota Ambon.