JAKARTA — IHSG dibuka melemah 10,58 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.175,20 pada perdagangan hari ini. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut tertekan, turun 2,03 poin atau 0,33 persen ke level 610,53.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata memaparkan peta pergerakan IHSG. Menurutnya, jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji area support di 6.159-6.144, kemudian 6.130 dan 6.119.
“Apabila kedua level itu ditembus, koreksi berpotensi berlanjut di 5.931,” ujar Liza. Sebaliknya, jika IHSG mampu rebound, ia perlu menembus area resistance 6.219–6.219, lalu 6.315. “Breakout di atas level itu akan membuka peluang penguatan lanjutan menuju 6.394,” tambahnya.
Dari eksternal, fokus utama pasar tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7) waktu AS. Konsensus memperkirakan suku bunga acuan akan tetap, seiring inflasi AS yang mulai melandai dan penurunan harga minyak mentah global.
“Investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter pada sisa tahun ini,” jelas Liza.
Sentimen hati-hati ini sempat tertolong oleh penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, optimisme awal memudar setelah laporan menyebut China mulai memproduksi mesin litografi DUV secara massal, yang memicu kekhawatiran baru terhadap persaingan industri semikonduktor global.
Selain itu, investor juga mengamati besarnya belanja modal (capex) untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan teknologi besar seperti Alphabet dan Tesla, yang berpotensi menekan margin keuntungan mereka.
Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri karena alasan pribadi, dan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti telah ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI.
Komisi XI DPR menegaskan proses pemilihan gubernur baru akan mengikuti mekanisme Undang-Undang BI melalui uji kelayakan dan kepatutan yang objektif dan profesional.
“Pelaku pasar dan ekonom menilai proses seleksi yang transparan, berbasis merit, serta tetap menjaga independensi bank sentral menjadi faktor penting untuk mempertahankan kredibilitas BI,” kata Liza. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mempertahankan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,09 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,42 persen, dan DAX Jerman melesat 1,04 persen. Sementara itu, Wall Street bergerak variatif; S&P 500 naik tipis 0,20 persen, namun Nasdaq Composite melemah 0,32 persen.
Di Asia pagi ini, mayoritas bursa regional tertekan. Nikkei Jepang ambles 4,59 persen, Shanghai melemah 0,78 persen, dan Kospi Korea Selatan anjlok 9,15 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong berhasil menguat 0,80 persen.