AMBON — Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Ch. Ratuanak membuka Seminar Umum Program Pengendalian DBD dan Malaria bertema "Sinergi membangun fondasi kesehatan untuk pembangunan yang berkelanjutan". Seminar ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Juliana menekankan bahwa keberhasilan pengendalian DBD dan malaria bergantung pada upaya promotif dan preventif. Bukan hanya pengobatan, tetapi bagaimana masyarakat mampu melakukan pencegahan sejak dini agar angka kasus terus ditekan.
"Pengendalian DBD dan malaria membutuhkan komitmen bersama. Kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan, sehingga sinergi semua pihak harus terus diperkuat," kata Juliana dalam keterangan yang diterima di Ambon, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mencatat hingga saat ini terdapat 351 kasus DBD. Dari jumlah tersebut, 34 kasus merupakan kasus indigenous atau penularan lokal yang membutuhkan penguatan langkah pengendalian secara terpadu.
Juliana menjelaskan bahwa upaya pengendalian meliputi peningkatan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran penyakit. Faktor lingkungan disebut sebagai pemicu utama penyebaran kedua penyakit tersebut.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Manager Social Performance and Land Acquisition INPEX Masela Ltd Dian Fiana Ratna Dewi, Professional Health INPEX Masela Ltd dr. Agus Salim, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Ambon Agung Ardyanto, serta pakar kesehatan masyarakat Prof Tjandra Yoga Aditama.
Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kader PKK, kader malaria, kepala puskesmas pembantu (Pustu), Polindes, serta pemerintah kecamatan dan desa di wilayah terdampak Proyek Abadi Masela.
Juliana berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat memperkuat kapasitas petugas kesehatan maupun kader di lapangan. Dengan demikian, program pengendalian penyakit berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan tersebut mampu menekan risiko penyebaran DBD dan malaria, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah terdampak Proyek Abadi Masela.