MALUKU — GIIAS 2026 menjadi saksi peluncuran Mitsubishi New Xforce HEV pada 29 Juli lalu. Kami menyempatkan inspeksi langsung ke stan Mitsubishi di Hall 10A ICE BSD City—bukan sekadar melihat spesifikasi di atas kertas, tapi juga menggali bagaimana klaim pabrikan soal teknologi hybrid ini diterjemahkan ke dalam fitur yang benar-benar bisa dirasakan pengemudi.
Yang langsung mencuri perhatian bukan mesinnya, melainkan daftar mode berkendara. Tujuh mode tersedia: Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, dan Charge. Dua nama di antaranya—Gravel dan Mud—adalah kata yang nyaris tidak pernah muncul di brosur SUV hybrid mana pun di Indonesia.
Mitsubishi bukan perusahaan yang tiba-tiba memutuskan menambahkan mode Gravel dan Mud demi gaya. Warisan ini bisa dilacak ke Lancer Evolution IV tahun 1996 yang membawa Active Yaw Control (AYC)—komponen pertama di dunia yang mampu memindahkan torsi secara menyamping antara roda belakang kiri dan kanan. Sistem itu membantu Tommi Mäkinen mendominasi World Rally Championship di paruh kedua 1990-an.
Prinsip AYC kemudian diturunkan ke Xpander, Xpander Cross, dan akhirnya Xforce. Di Xforce HEV, implementasinya berbeda dari Lancer Evolution—tidak lagi lewat differential belakang aktif, melainkan diterjemahkan ulang melalui pengereman roda tertentu yang bekerja bersama ABS dan ASC. Gagasannya tetap sama: menjaga mobil tetap patuh pada arah yang diinginkan pengemudi, terutama di permukaan licin atau tidak rata.
Di Indonesia, mode Gravel dan Mud bukan sekadar nostalgia reli. Jalan berubah jadi kubangan setelah hujan sore, jalur berbatu menuju kampung halaman, bahu jalan berpasir di pesisir—semua adalah medan yang jauh lebih sering ditemui pengendara di sini daripada aspal mulus.
Di sisi lain, teknologi elektrifikasi Xforce HEV bukan barang baru bagi Mitsubishi. Tim yang mengembangkan SUV listrik ini adalah tim yang sama di balik i-MiEV, mobil listrik produksi massal pertama di dunia, dan Outlander PHEV—SUV plug-in hybrid pertama yang terjual 200 ribu unit secara global dan menjadi PHEV terlaris di Eropa sepanjang 2015–2018.
Warisan paling kentara ada pada Charge Mode. Fitur ini memungkinkan mesin bensin menyala khusus untuk mengisi baterai selama kendaraan berjalan, sehingga daya listrik tetap terjaga tanpa perlu sumber pengisian eksternal. Logika ini sudah hidup di Outlander PHEV bertahun-tahun sebelumnya.
Sistem penggeraknya bekerja dalam empat mode yang berpindah sendiri. Saat merayap di perumahan, macet, atau parkir, roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik—mesin diam, kabin senyap, konsumsi bahan bakar nol. Ketika baterai perlu diisi, mesin menyala tetapi tidak memutar roda; ia hanya menjadi generator.
Beberapa catatan penting perlu dipertimbangkan sebelum Anda mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Pertama, ini adalah mobil hybrid pertama Mitsubishi di Indonesia—bukan plug-in hybrid. Artinya, efisiensi bahan bakar sangat bergantung pada pola berkendara; di jalan tol dengan kecepatan konstan, keunggulan hybrid-nya berkurang dibandingkan di lalu lintas stop-and-go.
Kedua, posisi harga Xforce HEV berada di segmen SUV kompak premium. Kompetitor langsungnya bukan hanya SUV hybrid lain, tapi juga SUV bensin dengan fitur lebih lengkap di kelas harga yang sama. Anda membayar lebih untuk teknologi hybrid dan mode berkendara yang tidak dimiliki kompetitor.
Ketiga, meski warisan reli terdengar menarik, perlu diingat bahwa mode Gravel dan Mud bukan pengganti sistem 4WD. Xforce HEV tetap mengandalkan penggerak roda depan; mode-mode tersebut bekerja lewat intervensi pengereman dan kontrol traksi, bukan distribusi tenaga ke poros belakang. Untuk medan berat sesungguhnya, ini bukan kendaraan yang tepat.
Mitsubishi New Xforce HEV jelas bukan hybrid biasa. Ia menawarkan nilai jual yang berbeda: efisiensi kota plus kemampuan adaptasi medan yang jarang dimiliki kompetitor sekelasnya. Buat pengguna yang sering keluar-masuk kota dan daerah dengan infrastruktur jalan kurang mulus, kombinasi ini menarik.
Tapi buat Anda yang mencari hybrid murni untuk penghematan maksimal di jalan tol, atau butuh kemampuan off-road sesungguhnya, mobil ini mungkin bukan jawaban. Xforce HEV adalah produk untuk segmen yang lebih spesifik: pengemudi yang menginginkan SUV hybrid dengan karakter jalanan Indonesia yang sebenarnya.
Verdict: Hybrid pertama Mitsubishi di Indonesia hadir dengan kepribadian yang jelas, tapi calon pembeli harus paham betul kebutuhan berkendaranya sebelum memutuskan.