BRI Peduli Dorong Kelompok Wanita Tani di Bogor Olah Pala Jadi Produk Bernilai Tambah

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Sabtu, 05 September 2026 | 10:49:31 WIB
Anggota Kelompok Wanita Tani Bina Tani Mysari Pala mengolah buah pala menjadi produk turunan bernilai tambah di Kelurahan Muarasari, Bogor Selatan.

MALUKU — Buah pala yang selama ini hanya dijual dalam bentuk segar, kini disulap menjadi komoditas ekonomi baru oleh sekelompok perempuan di Bogor Selatan. Lewat kreativitas dan kerja sama, mereka membuktikan bahwa potensi lokal bisa menjadi sumber penghidupan yang lebih menjanjikan.

Dari Dapur Rumah ke Peluang Ekonomi Keluarga

Anggota KWT Bina Tani Mysari Pala tidak lagi bergantung pada penjualan buah utuh yang harganya fluktuatif. Mereka mengolah pala menjadi produk turunan yang punya daya tahan lebih lama dan nilai jual lebih stabil.

Kegiatan pengolahan ini menjadi motor penggerak ekonomi di Kelurahan Muarasari. Para perempuan yang terlibat mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan peran mereka di rumah.

Mengapa Pengolahan Pala Menjadi Kunci?

Pala selama ini identik sebagai rempah ekspor dalam bentuk biji atau buah kering. Padahal, daging buahnya yang tebal bisa diolah menjadi manisan, selai, hingga sirup yang punya pasar tersendiri.

Dengan menguasai teknik pengolahan, para anggota kelompok tani tidak lagi menjadi price taker yang pasrah pada harga pasar. Mereka justru menciptakan produk baru dengan segmen konsumen yang lebih luas.

Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi dari tingkat akar rumput. Ketika kelompok perempuan diberdayakan, dampaknya langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga.

Sinergi untuk Keberlanjutan Usaha

Keberadaan kelompok tani ini menjadi wadah berbagi keterampilan antaranggota. Pengetahuan tentang cara mengolah pala yang benar, menjaga kualitas produk, hingga mengemas hasil produksi, terus diwariskan dari satu anggota ke anggota lain.

Semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar pula volume produksi yang bisa dihasilkan. Hal ini membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di sekitar Bogor.

Inisiatif seperti ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Sering kali, justru dari komoditas yang sudah akrab dengan keseharian masyarakat, seperti pala, lahir peluang usaha yang berkelanjutan.

Kreativitas para perempuan di Muarasari ini menjadi contoh bagaimana sumber daya alam lokal dapat dikelola menjadi berkah ekonomi tanpa harus merusak lingkungan.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top