AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengingatkan bahwa kesan pertama sebagian besar orang terhadap Maluku terbentuk dari Kota Ambon. Sebab, hampir semua pendatang yang berkunjung ke daerah itu akan masuk melalui ibu kota provinsi tersebut.
“Sebagai ibu kota Provinsi Maluku, wajah Ambon adalah wajah Maluku. Ketika Ambon mampu memberikan kesan positif, hal tersebut akan ikut membangun citra Maluku sebagai daerah yang penuh harapan,” kata Hendrik di Ambon, Senin (7/9/2026).
Momentum HUT ke-451 kali ini mengusung tema "Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju". Hendrik menekankan bahwa tema tersebut harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan hanya menjadi slogan perayaan tahunan.
Menurutnya, kebersihan kota adalah fondasi utama yang menentukan kenyamanan warga dan pengunjung. Jika aspek ini terkelola dengan baik, dampaknya akan terasa langsung pada sektor lain, termasuk kesehatan masyarakat dan iklim investasi.
Hendrik mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam pembangunan kota. Pemerintah, ASN, TNI-Polri, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga masyarakat umum harus memainkan perannya masing-masing.
Ajakan ini disampaikan bukan tanpa alasan. Persoalan kebersihan dan ketertiban di kota-kota besar kerap gagal ditangani hanya oleh aparat, tanpa keterlibatan aktif warga. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi syarat mutlak agar Ambon bisa tampil lebih baik.
Gubernur mengingatkan agar perayaan HUT ke-451 tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Ia meminta masyarakat memikirkan kontribusi nyata yang bisa diberikan untuk memastikan generasi mendatang menerima kota yang lebih baik.
“Kalau hari ini kita jaga kebersihan, anak cucu akan menikmati kota yang lebih baik. Kalau hari ini kita jaga persaudaraan, anak cucu akan mewarisi kedamaian,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan kebersihan dan kerukunan adalah dua investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda. Keduanya berkaitan erat dengan kualitas hidup generasi berikutnya di Maluku.
Hendrik berharap semangat HUT ke-451 menjadi pendorong penguatan komitmen bersama membangun Ambon. Ia menegaskan bahwa perayaan ini harus dimaknai sebagai janji kolektif untuk perubahan, bukan sekadar pesta.
“Bukan sekadar pesta, bukan juga perayaan, tapi janji dan komitmen untuk membuat Ambon lebih baik, Ambon lebih manis,” kata Hendrik.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penanda arah pembangunan kota ke depan. Dengan kolaborasi semua pihak, target menjadikan Ambon sebagai kota yang bersih dan nyaman diharapkan segera terwujud, seiring dengan perbaikan citra Maluku secara keseluruhan di tingkat nasional.