KNEKS Gandeng Kemenlu Literasi Ekonomi Syariah untuk Diaspora

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 11 September 2026 | 08:04:31 WIB
KNEKS dan Kemenlu menyepakati kerja sama literasi ekonomi dan keuangan syariah bagi diaspora Indonesia.

MALUKU — KNEKS dan Kemenlu menyepakati langkah kolaboratif untuk menjangkau diaspora Indonesia di berbagai negara melalui program literasi ekonomi dan keuangan syariah. Pertemuan tersebut menghasilkan dukungan fasilitasi dari Kemenlu berupa akses Satu Data Diaspora serta koneksi dengan jaringan diaspora yang sudah terbentuk.

Program Literasi Menyasar Diaspora di Berbagai Negara

Sutan Emir Hidayat menyatakan KNEKS akan mendorong pelaksanaan berbagai program literasi, termasuk sharing session dan talkshow, dengan memanfaatkan jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara.

"KNEKS mendorong pelaksanaan berbagai program literasi, termasuk sharing session dan talkshow, dengan memanfaatkan jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara," ujar Sutan dalam rilisnya, Kamis (10/9).

Program ini menyasar diaspora sebagai kelompok yang memiliki potensi besar untuk terinklusi dalam layanan keuangan syariah, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun investasi jangka panjang.

Kemenlu Fasilitasi Akses Data dan Jaringan Diaspora

Kemenlu menyatakan dukungan melalui fasilitasi Satu Data Diaspora serta menghubungkan KNEKS dengan Indonesian Diaspora Network Global dan Indonesian Diaspora Network United. Kedua jaringan tersebut menjadi kanal untuk menjangkau komunitas diaspora secara lebih terstruktur.

Dukungan ini dinilai penting karena literasi keuangan syariah membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik diaspora, termasuk perbedaan regulasi keuangan di negara tempat mereka tinggal.

Hasil Program di Korea Selatan Jadi Acuan

Sutan mengatakan program serupa sebelumnya telah dilakukan KNEKS bersama sejumlah pemangku kepentingan di Korea Selatan dengan difasilitasi KBRI Seoul. Kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh implementasi literasi keuangan syariah bagi diaspora.

Hasilnya, sekitar 65 persen diaspora yang mengikuti kegiatan tersebut terinklusi ke dalam layanan keuangan syariah. Inklusi tersebut antara lain melalui pembukaan rekening tabungan, tabungan emas, tabungan haji, serta investasi pada instrumen keuangan syariah.

Potensi Inklusi Keuangan Syariah bagi Diaspora

Angka 65 persen dari program di Korea Selatan menunjukkan bahwa pendekatan literasi yang tepat dapat mendorong adopsi layanan keuangan syariah di kalangan diaspora. KNEKS dan Kemenlu berharap pola serupa dapat direplikasi di negara lain dengan dukungan jaringan diaspora yang sudah ada.

Bagi industri keuangan syariah dalam negeri, perluasan literasi ke diaspora membuka peluang penghimpunan dana dari luar negeri, terutama melalui instrumen tabungan dan investasi syariah yang sudah tersedia.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top