MALUKU — Lima pabrikan — Motorola, Realme, Nothing, iQOO, dan Vivo — merilis jajaran ponsel dengan layar AMOLED di kelas harga di bawah Rs 50.000 (sekitar Rp 9,5 juta). Masing-masing mengusung panel resolusi 1.5K, standar yang kini jadi titik tengah antara tajam dan hemat daya.
Yang membedakan kelimanya bukan sekadar ukuran layar, melainkan teknologi panel, refresh rate, dan material luminisensi yang dipakai. Berikut rinciannya.
Motorola Edge 70 Pro+ membawa panel 6,8 inci Extreme AMOLED dengan resolusi 1.5K (1.272 x 2.772 piksel). Ukuran ini yang terbesar di antara kelima ponsel, cocok untuk konsumsi konten video dan multitasking.
Istilah "Extreme AMOLED" merujuk pada panel dengan tingkat kecerahan puncak tinggi dan color gamut lebar. Sayangnya, bahan tidak menyebut angka nits maupun refresh rate spesifik untuk model ini.
Nothing Phone (4a) Pro memakai layar 6,83 inci AMOLED 1.5K (1.260 x 2.800 piksel) dengan refresh rate hingga 144Hz. Ini satu-satunya di daftar yang menyentuh angka tersebut — sisanya tidak disebutkan secara eksplisit di bahan.
Refresh rate 144Hz berarti layar menyegarkan gambar 144 kali per detik. Efeknya terasa saat scrolling media sosial, main game kompetitif, atau menggulir antarmuka yang penuh animasi.
Realme P4s 5G mengandalkan layar 6,78 inci AMOLED 1.5K (1.272 x 2.772 piksel) dengan material luminisensi Samsung M14. Material ini diklaim menghasilkan efisiensi daya lebih baik dan usia pakai panel lebih panjang dibanding generasi sebelumnya.
Dari sisi ukuran, Realme P4s 5G berada di tengah — tidak sebesar Motorola Edge 70 Pro+, tapi lebih lega dari standar 6,7 inci yang umum di kelas menengah.
Vivo S2 dan iQOO Z11 berbagi spesifikasi layar identik: 6,83 inci AMOLED 1.5K (1.260 x 2.800 piksel) dengan desain 3D Curved. Layar melengkung di kedua sisi ini memberi kesan premium dan membuat gestur swipe dari tepi terasa lebih mulus.
Konsekuensinya, layar curved lebih rentan terhadap sentuhan tak sengaja dan biaya perbaikan biasanya lebih mahal. Dua ponsel ini juga berbagi resolusi yang sama dengan Nothing Phone (4a) Pro.
Kelima ponsel diposisikan di bawah Rs 50.000, yang setara sekitar Rp 9,5 juta dengan kurs Rp 190 per rupee. Namun bahan tidak menyebut harga per varian, tanggal peluncuran, maupun ketersediaan resmi di Indonesia.
Beberapa model seperti Vivo S2 dan iQOO Z11 memang biasanya dijual di pasar Tiongkok dan India terlebih dahulu. Pengguna Indonesia perlu menunggu pengumuman resmi dari masing-masing brand soal tanggal masuk dan harga lokal.
Untuk pembeli yang mengutamakan layar, Nothing Phone (4a) Pro jadi opsi paling menarik karena refresh rate 144Hz-nya. Sementara Motorola Edge 70 Pro+ dan Realme P4s 5G cocok untuk yang ingin panel lega dengan material lebih baru.