KM Pangrango dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Ambon menuju Buru Selatan, Senin (14/9/2026), pukul 20.00 WIT. Kapal Tipe 500 pax berkapasitas 496 penumpang ini menyinggahi dua pelabuhan dan tiba di tujuan pada 15 September pukul 07.00 WIT. Keberangkatan ini menjadi salah satu dari 10 pelayaran PELNI hari itu yang tersebar dari Sulawesi hingga Papua.
AMBON — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengoperasikan KM Pangrango untuk melayani rute Ambon–Buru Selatan pada Senin (14/9/2026). Kapal ini berangkat pukul 20.00 WIT dari Pelabuhan Ambon dan dijadwalkan tiba di Buru Selatan keesokan harinya, 15 September, pukul 07.00 WIT. Sepanjang perjalanan, KM Pangrango menyinggahi dua pelabuhan.
KM Pangrango bukan armada berukuran besar. Kapal ini masuk kategori Tipe 500 pax dengan kapasitas 496 penumpang, bobot 2.620 GT, dan panjang 74 meter. Dibangun pada 1995, kapal ini mengemban wilayah pelayaran Maluku dan fokus melayani rute intra-Maluku.
Rute Ambon–Buru Selatan tergolong pelayaran jarak dekat antarpulau di Provinsi Maluku. Untuk rute seperti ini, kapal berkapasitas sedang lebih efisien dibandingkan armada besar yang melayani lintas provinsi.
KM Pangrango menjadi penghubung utama bagi warga Buru Selatan yang hendak bepergian ke Ambon, begitu pula sebaliknya. Perjalanan darat antarpulau tidak mungkin dilakukan, sehingga kapal laut menjadi satu-satunya moda transportasi terjadwal.
PELNI menempatkan KM Pangrango dalam jajaran armada perintis yang menjangkau daerah terpencil. Wilayah pelayarannya mencakup Maluku, salah satu kawasan kepulauan dengan sebaran pulau kecil yang padat.
Pada hari yang sama, PELNI mencatat 10 keberangkatan kapal dari berbagai pelabuhan. Rute terpanjang dipegang KM Sinabung yang berangkat dari Makassar pukul 01.00 WITA menuju Jayapura, menyinggahi 10 pelabuhan, dan tiba 19 September pukul 12.00 WIT.
KM Sinabung juga melayani pelayaran kedua hari itu dari Makassar pukul 14.00 WITA menuju Sorong, menyinggahi 7 pelabuhan, dan tiba 17 September pukul 13.00 WIT.
Dari Makassar pula, KM Labobar berangkat pukul 14.00 WITA menuju Jakarta Utara, menyinggahi 3 pelabuhan, dan tiba 16 September pukul 20.00 WIB. KM Labobar merupakan kapal berkapasitas terbesar di armada PELNI dengan daya angkut 3.084 penumpang.
Di wilayah timur, KM Nggapulu berangkat dari Ternate pukul 16.00 WIT menuju Bitung, menyinggahi 2 pelabuhan, dan tiba 15 September pukul 02.00 WITA. KM Sangiang juga berlayar dari Ternate pukul 22.00 WIT menuju Bitung, menyinggahi 3 pelabuhan, dan tiba 15 September pukul 22.00 WITA.
KM Dobonsolo berangkat dari Bau-Bau pukul 13.00 WITA menuju Makassar, menyinggahi 2 pelabuhan, dan tiba 15 September pukul 05.00 WITA. Sementara KM Dorolonda berlayar dari Batam pukul 17.00 WIB menuju Jakarta Utara, menyinggahi 2 pelabuhan, dan tiba 16 September pukul 01.00 WIB.
KM Tidar berangkat dari Surabaya pukul 17.00 WIB menuju Kupang, menyinggahi 7 pelabuhan, dan tiba 18 September pukul 19.00 WITA. Dari Nabire, KM Gunung Dempo berangkat pukul 23.59 WIT menuju Jayapura, menyinggahi 2 pelabuhan, dan tiba 16 September pukul 00.01 WIT.
Calon penumpang diimbau membeli tiket melalui kanal resmi PELNI. Pembelian dapat dilakukan lewat pelni.co.id, aplikasi PELNI Mobile, Contact Center 162, atau loket resmi pelabuhan.
PELNI tidak bekerja sama dengan agen travel pihak ketiga untuk penjualan tiket. Warga yang hendak berangkat dari Ambon ke Buru Selatan disarankan memesan lebih awal mengingat kapasitas KM Pangrango yang terbatas, 496 penumpang.
Jadwal keberangkatan kapal dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan operasional pelabuhan. Penumpang diharapkan memantau informasi terbaru dari kanal resmi PELNI sebelum bertolak ke pelabuhan.
| Kapal | Rute | Berangkat | Tiba | Singgah |
|---|---|---|---|---|
| KM.Sinabung | Makassar → Jayapura | 01.00 WITA | 19 Sep, 12.00 WIT | 10 pelabuhan |
| KM.Dobonsolo | Bau-Bau → Makassar | 13.00 WITA | 15 Sep, 05.00 WITA | 2 pelabuhan |
| KM.Labobar | Makassar → Jakarta Utara | 14.00 WITA | 16 Sep, 20.00 WIB | 3 pelabuhan |
| KM.Sinabung | Makassar → Sorong | 14.00 WITA | 17 Sep, 13.00 WIT | 7 pelabuhan |
| KM.Nggapulu | Ternate → Bitung | 16.00 WIT | 15 Sep, 02.00 WITA | 2 pelabuhan |
| KM.Dorolonda | Batam → Jakarta Utara | 17.00 WIB | 16 Sep, 01.00 WIB | 2 pelabuhan |
| KM.Tidar | Surabaya → Kupang | 17.00 WIB | 18 Sep, 19.00 WITA | 7 pelabuhan |
| KM.Pangrango | Ambon → Buru Selatan | 20.00 WIT | 15 Sep, 07.00 WIT | 2 pelabuhan |
| KM.Sangiang | Ternate → Bitung | 22.00 WIT | 15 Sep, 22.00 WITA | 3 pelabuhan |
| KM.Gunung Dempo | Nabire → Jayapura | 23.59 WIT | 16 Sep, 00.01 WIT | 2 pelabuhan |
Tipe 500 pax, dibangun 1995. Kapasitas 496 penumpang, bobot 2.620 GT, panjang 74 meter. Wilayah pelayaran: Maluku — salah satu armada PELNI berukuran lebih kecil yang fokus melayani rute intra-Maluku.
Datang minimal 2 jam sebelum keberangkatan, bawa KTP asli. Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu, cek ulang lewat kanal resmi PELNI.