IN-Apps 2026 Digelar September, Kementerian Ekraf Soroti Investasi Aplikasi Rp54,18 Triliun

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 15 September 2026 | 15:45:01 WIB
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan sambutan pada gelaran Indonesia Apps Summit (IN-Apps) 2026 di ICE BSD, Tangerang.

MALUKU — Subsektor aplikasi menempati posisi puncak sebagai penyumbang investasi terbesar dalam ekonomi kreatif Indonesia. Angka Rp54,18 triliun itu tercatat pada 2025, dari total investasi ekraf yang mencapai Rp183,01 triliun.

Posisi tersebut menjadi latar gelaran Indonesia Apps Summit (IN-Apps) 2026 yang berlangsung 14–15 September 2026 di ICE BSD, Tangerang. Forum bertema "Application as the New Engine of Growth" ini masuk dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Mengapa Aplikasi Jadi Mesin Pertumbuhan

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai jumlah aplikasi yang lahir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kemampuan produk digital Indonesia tumbuh berkelanjutan dan bersaing di pasar internasional dinilai lebih menentukan.

Pada periode yang sama dengan capaian investasi, ekspor ekonomi kreatif Indonesia menyentuh US$31,94 miliar. Satu aplikasi yang tumbuh menarik kebutuhan tenaga kerja digital, pengembang perangkat lunak, desainer, penyedia layanan teknologi, pemasaran, hingga keamanan siber.

"Ketika sebuah aplikasi berkembang, yang tumbuh bukan hanya perusahaan tetapi juga lapangan kerja, investasi dan daya saing bangsa," kata Teuku Riefky.

13 Pegiat dan Perusahaan Raih IN-Apps Digital Award 2026

Kementerian Ekraf memberikan IN-Apps Digital Award 2026 kepada 13 pegiat dan perusahaan aplikasi. Proses kurasi melibatkan lima dewan juri dengan penilaian berbasis enam aspek.

Penghargaan ini menyasar inovator yang menghasilkan solusi digital bagi masyarakat. Pemerintah berharap ajang tersebut membuka lebih banyak kemitraan konkret, baik di dalam negeri maupun dengan jaringan internasional.

"Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para inovator yang telah menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menginspirasi lahirnya inovasi berikutnya," ujar Teuku Riefky.

Kolaborasi Kementerian Ekraf dan Sinar Mas Land

Salah satu agenda utama IN-Apps 2026 adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Ekraf dan Sinar Mas Land. Kerja sama ini menyangkut dukungan pengembangan ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.

Langkah tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif digital butuh dukungan ekosistem lebih luas. Infrastruktur kawasan, akses teknologi, pendidikan, talenta, dunia usaha, dan jejaring investasi perlu dibangun terintegrasi.

Pemerintah juga mendorong penguatan hubungan antara talenta, perusahaan rintisan, korporasi, investor, dan pemerintah. Kolaborasi itu dinilai penting agar inovasi digital tidak berhenti di tahap prototipe atau ide.

27 Exhibitor dari Ekraf Pavilion hingga Malaysia Pavilion

Area pameran di Nusantara Hall diisi 27 exhibitor yang terdiri atas perusahaan, institusi, peserta Ekraf Pavilion, dan Malaysia Pavilion. Kehadiran peserta lintas negara membuka ruang bagi pelaku aplikasi Indonesia memperluas jejaring dan memperkenalkan produk.

Peserta juga bisa melihat perkembangan pasar digital di kawasan. Forum ini diarahkan mempertemukan talenta, pelaku industri, investor, pemerintah, serta mitra internasional.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, IN-Apps 2026 menjadi titik uji apakah kolaborasi yang dibangun berlanjut menjadi kesepakatan komersial nyata. Pemerintah menargetkan forum ini sebagai awal terbentuknya lebih banyak kemitraan konkret setelah agenda 14–15 September berakhir.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: vibizmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top