Kanwil Ditjenpas Maluku Latih 3 Bidang Keterampilan untuk Warga Binaan, dari Meubeler hingga Ketahanan Pangan

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:26:32 WIB
Warga binaan mengikuti pelatihan keterampilan meubeler di Ambon.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku memperkuat kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan klien pemasyarakatan melalui pelatihan keterampilan produktif di Ambon. Program yang digulirkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon ini menyasar tiga bidang utama: meubeler, UMKM, dan ketahanan pangan. Pelatihan diarahkan agar klien memiliki bekal penghasilan setelah kembali ke tengah masyarakat.

AMBON — Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku Ricky Dwi Biantoro menyatakan bimbingan kemandirian diarahkan agar klien memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Program pemberdayaan melalui Bapas Ambon itu menempatkan meubeler, UMKM, dan ketahanan pangan sebagai ruang pengembangan potensi klien.

"Bimbingan kemandirian kami arahkan agar klien memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Meubeler, UMKM, dan ketahanan pangan menjadi ruang bagi klien untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kemandirian," ujar Ricky di Ambon, Rabu.

Mengapa Keterampilan Produktif Jadi Kunci Reintegrasi Sosial

Ricky menilai keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya ditentukan pembinaan kepribadian. Kesiapan klien menjalani aktivitas produktif menjadi faktor penentu lain. Keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing klien agar bisa diterapkan secara berkelanjutan.

Tiga Bidang Pelatihan: Meubeler, UMKM, dan Ketahanan Pangan

Pada bidang meubeler, klien diarahkan mengembangkan keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal memperoleh penghasilan. Pembimbingan UMKM memberi pemahaman mengenai aktivitas usaha dan pengembangan potensi ekonomi secara mandiri.

Bidang ketahanan pangan mendorong klien terlibat dalam kegiatan produktif melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumber pangan. Hasilnya diharapkan mendukung kebutuhan keluarga maupun dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Pendampingan Lanjutan Agar Keterampilan Tidak Berhenti di Pelatihan

Ricky menegaskan pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian pelatihan. Pendampingan lanjutan diperlukan agar keterampilan yang diperoleh benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Keterampilan yang dimiliki harus dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif. Karena itu, pendampingan menjadi bagian penting agar klien mampu memanfaatkan bekal tersebut secara berkelanjutan," katanya.

Bapas Ambon: Klien Perlu Kesempatan Belajar dan Berkarya

Kepala Bapas Ambon Maria Nahak menyebut kemampuan produktif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

"Kami ingin pembimbingan memberikan manfaat yang nyata. Klien perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga dapat menjadi bagian yang produktif di lingkungan masyarakat," katanya.

Ditjenpas: Pemberdayaan Bangun Rasa Percaya Diri Klien

PK Ahli Utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Imam Suyudi menilai pemberdayaan klien perlu ditempatkan sebagai bagian dari persiapan menjalankan fungsi sosial di tengah masyarakat.

"Pemberdayaan klien bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kesiapan untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, kegiatan yang produktif perlu terus dikembangkan sesuai potensi masing-masing klien," ujarnya.

Pemberdayaan di bidang meubeler, UMKM, dan ketahanan pangan diharapkan menjadi modal bagi klien untuk membangun aktivitas produktif sekaligus mengurangi ketergantungan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top