AMBON — Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menyatakan jam layanan yang dimajukan bertujuan memberi ruang bagi pengguna Biosolar mengisi sebelum aktivitas pagi memuncak. Menurut dia, langkah itu sekaligus menekan kepadatan di area SPBU yang selama ini mengganggu pengguna jalan lain.
"Layanan Biosolar di Kota Ambon di buka mulai jam 5 pagi agar para pengguna Biosolar dapat mengisi lebih awal sebelum jam sibuk pada pagi hari," kata Bramantyo, Sabtu (19/09/2026).
Selain memajukan jam operasional, Pertamina Patra Niaga mengatur perencanaan suplai dan mempercepat proses bongkar di SPBU. Bramantyo menyebut pasokan dari Integrated Terminal Wayame menjadi prioritas agar layanan pagi berjalan maksimal.
"Stok kami terus jaga, penyaluranpun saat ini dilakukan sesuai aturan penugasan yang diberikan kepada Pertamina, ini adalah bentuk transparansi penyaluran BBM bersubsidi," ujarnya.
Perusahaan menegaskan penyaluran mengikuti aturan penugasan yang berlaku. Transparansi distribusi disebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
Rapat koordinasi soal keandalan pasokan dan ketersediaan BBM digelar pada 14 September lalu, dipimpin Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto bersama Pemerintah Provinsi, TNI, dan Pertamina. Forum itu membahas kelancaran distribusi hingga potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
"Kita melihat fenomena adanya antrean di sejumlah SPBU. Namun, untuk wilayah Maluku, saya tegaskan bahwa antrean tersebut khusus kendaraan-kendaraan logistik," kata Dadang usai rakor, Senin (14/9).
Dadang menyebut ada sejumlah hal yang perlu diantisipasi, terutama dari aspek hukum, salah satunya terkait tindak pidana penyalahgunaan BBM. Polda Maluku menurunkan tim gabungan bersama Pemda, TNI, dan Pertamina untuk memantau dan mengawasi lapangan.
"Masyarakat kami imbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, tetap tertib saat mengantre, dan kami ingatkan jangan coba-coba melakukan kecurangan," pungkas Kapolda Maluku.
Pertamina Patra Niaga menyatakan telah melakukan pembinaan kepada 6 SPBU di Kota Ambon hingga September 2026. Keenamnya terbukti menyalurkan BBM subsidi tidak sesuai aturan.
"Pertamina Patra Niaga sendiri telah melakukan pembinaan kepada 6 SPBU di Kota Ambon hingga September 2026 yang terbukti menyalurkan BBM subsidi tidak sesuai aturan," kata Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Ambon, Aria Aditya.
Pembinaan itu disebut sebagai bagian langkah menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar lebih baik. Pertamina Patra Niaga juga mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku bersama seluruh pihak dalam pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi.