MALUKU — Harga perak Antam turun Rp 1.900 menjadi Rp 42.850 per gram pada Kamis (24/9/2026), seirama dengan pelemahan harga emas Antam yang juga turun Rp 25.000 ke Rp 2.605.000 per gram. Penurunan ini menjadi perhatian investor yang tengah mempertimbangkan diversifikasi aset di tengah fluktuasi logam mulia.
Pergerakan harga logam mulia memang menjadi acuan bagi investor yang ingin menyebar risiko portofolio. Namun, harga perak tetap bisa berfluktuasi, sehingga perlu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi masing-masing.
Perak investasi adalah perak yang dicetak dan disiapkan untuk disimpan sebagai aset, bukan untuk kebutuhan industri secara langsung. Produknya hadir dalam beberapa bentuk, mulai dari batangan dengan berat kecil hingga kilogram.
Selain batangan, ada koin atau medali tematik yang kadang punya nilai kolektibilitas karena desain atau edisi khususnya. Ada pula perak berbentuk granul atau lembaran, meski bentuk ini lebih lazim dipakai untuk kebutuhan manufaktur.
Antam menekankan pembelian sebaiknya dilakukan melalui kanal resmi. Investor perlu memastikan spesifikasi produk seperti berat, kadar kemurnian, dan identitas produsen, serta menyimpan dokumen dan sertifikat dengan baik.
Data historis pasar logam mulia menunjukkan harga perak menanjak dalam jangka panjang. Pada 2015, harga perak berada di kisaran Rp 8.500 per gram. Sepuluh tahun kemudian, pada 2025, harganya sudah mencapai sekitar Rp 30.200 per gram.
Kenaikan itu tidak berjalan mulus. Harga perak tetap berfluktuasi, sehingga investor perlu mempertimbangkan horizon investasi dan risiko perubahan harga sebelum masuk.
Ada sejumlah alasan yang membuat perak layak dipertimbangkan sebagai instrumen diversifikasi. Pertama, perak menambah variasi karakter aset dalam portofolio sehingga risiko tidak hanya bergantung pada satu jenis instrumen.
Kedua, harga perak relatif lebih rendah dibandingkan emas. Ini bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang ingin mulai memiliki logam mulia secara bertahap.
Ketiga, permintaan industri. Perak dipakai di sektor elektronik, material konduktif, hingga panel surya. Penggunaan tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang prospek permintaan perak dalam jangka panjang.
Antam merilis sejumlah produk perak dengan berat dan harga yang bervariasi. Berikut rinciannya:
Penurunan harga perak hari ini mencerminkan pergerakan pasar logam mulia yang masih sensitif terhadap sentimen global. Bagi investor, fluktuasi harian seperti ini menjadi pengingat bahwa perak—seperti halnya emas—tetap instrumen yang perlu dipantau secara berkala, bukan sekadar dibeli lalu ditinggalkan.