Pencarian

Harga Pertamax Bisa Naik ke Rp 20 Ribu per Liter, Ini Pemicunya

Minggu, 13 September 2026 • 10:33:31 WIB
Harga Pertamax Bisa Naik ke Rp 20 Ribu per Liter, Ini Pemicunya
Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan proyeksi harga Pertamax dalam kunjungan ke Terminal BBM Rewulu, Bantul.

MALUKU — Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan proyeksi itu dalam kunjungan ke Terminal BBM Rewulu, Bantul, Jumat (11/9/2026). Ia menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya kawasan Selat Hormuz, mengganggu ketersediaan energi sekaligus menahan harga minyak mentah di level tinggi.

Selat Hormuz Jadi Tekanan Terberat

Eko menyebut konflik di Selat Hormuz memberi dampak yang lebih parah dibanding perang Ukraina-Rusia. Menurutnya, jalur pelayaran itu memegang peran vital bagi distribusi minyak dunia.

"Nah yang terakhir ini, yang ketiga ini yang terbaru dan saya rasa ini mungkin salah satu yang terberat kita kena hadapi ya, karena dulu waktu perang Ukraina-Rusia tidak separah ini, dengan adanya perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," ujar Eko.

Harga Minyak Mentah Tembus 100 Dollar AS per Barrel

Lonjakan harga minyak dunia tercatat lebih dari 6 persen ke level 100 dollar AS per barrel pada akhir perdagangan Kamis (10/9/2026) waktu setempat. Wall Street ikut melemah di hari yang sama.

Kekhawatiran inflasi akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah disebut jadi pemicu utama. Kondisi itu membuat harga BBM sulit kembali ke level sebelum krisis geopolitik.

"Saya enggak tahu, katanya hari ini harga dunia BBM juga sedang naik lagi dibandingkan, jadi kalau berharap turun 70 dollar per barrel seperti atau 60 dollar per barrel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," kata Eko.

Pertamax Rp 15.950 per Liter, Bisa Melonjak 25 Persen

Harga Pertamax (RON 92) di DKI Jakarta dan sekitarnya saat ini berada di Rp 15.950 per liter. Jika proyeksi Eko terealisasi, kenaikannya setara 13–25 persen dari harga berjalan.

"Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka 18 ribu sampai 20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujarnya.

Eko tidak menyebut tenggat waktu pasti kapan penyesuaian harga bakal berlaku. Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia sebelum mengambil keputusan.

Bagi pengguna kendaraan bermesin bensin di Indonesia, skenario ini berarti biaya bahan bakar bisa membengkak sekitar Rp 2.050 hingga Rp 4.050 per liter dari harga sekarang. Pemilik mobil dan motor yang selama ini mengandalkan Pertamax sebagai BBM non-subsidi perlu menyiapkan opsi, entah beralih ke Pertalite bersubsidi atau mengurangi intensitas perjalanan.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkar.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks