TUAL — Peluncuran kerja sama itu digelar di Kota Tual dengan dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Dirjen Tangkap KKP Lotharia Latif, Walikota Tual Akhmad Yani Renuat, serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok. Turut hadir pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, DPRD Kota Tual, jajaran OPD lingkup Pemprov, manajemen PT Samudera Indo Sejahtera (SIS), mitra kerja sama asal Tiongkok, tokoh adat Raja Dullah dan Raja Tual, serta pelaku usaha perikanan dan nelayan setempat.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Kota Tual sebagai lokasi peluncuran kerja sama bilateral tersebut. Menurutnya, langkah ini menegaskan posisi strategis Maluku dalam peta perikanan tangkap nasional.
"Dengan 91,71 persen wilayah Maluku berupa lautan, kehidupan masyarakat kami sangat bergantung pada sumber daya kelautan dan perikanan. Oleh karena itu, kerja sama skema TCG ini harus memberikan manfaat nyata dan langsung bagi daerah serta masyarakat Maluku," ujar Gubernur.
Gubernur menekankan pemanfaatan potensi sumber daya perikanan tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan volume produksi. Aspek nilai tambah, pembukaan lapangan kerja baru, dan penguatan tata kelola perikanan disebut harus menjadi prioritas utama.
Pemprov Maluku mendorong seluruh rangkaian kegiatan penangkapan ikan terintegrasi secara penuh di wilayah lokal, mulai dari pendaratan hasil tangkapan, proses pengolahan, hingga pembangunan fasilitas pendukung perikanan.
"Kami ingin memastikan potensi sumber daya ikan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk Maluku. Kegiatan penangkapan harus diikuti dengan pendaratan hasil tangkapan, proses pengolahan, hingga pembangunan fasilitas pendukung perikanan di daerah ini," tegasnya.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta para pelaku usaha perikanan lokal dan investor mitra dari Tiongkok. Pemprov Maluku menyatakan kesiapannya mendukung penuh pelaksanaan kerja sama sesuai kewenangan yang dimiliki.
Melalui skema TCG RI–Tiongkok ini, Maluku optimistis mampu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tulang punggung dan kekuatan utama ekonomi kelautan dan perikanan Indonesia.