AMBON — Sekretaris Daerah Kota Ambon Roberd Sapulette menyatakan Latsar menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, integritas, serta kompetensi CPNS agar mampu menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, pelatihan ini bukan formalitas belaka menjelang pengangkatan menjadi PNS.
Sapulette juga mengapresiasi para peserta yang telah berhasil melewati proses seleksi hingga akhirnya mengikuti tahapan Latsar. Kegiatan berlangsung di Balai Diklat Provinsi, BPSDM Provinsi Maluku, diikuti 240 CPNS golongan II dan III di lingkungan Pemkot Ambon.
Dalam arahannya, Sapulette menekankan bahwa tuntutan birokrasi yang semakin modern mengharuskan ASN meninggalkan cara-cara lama. CPNS dituntut untuk lincah, adaptif, serta berorientasi pada hasil.
"Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin modern, ASN tidak lagi bisa bekerja dengan cara-cara lama. CPNS dituntut untuk lincah, adaptif, serta berorientasi pada hasil dengan memegang teguh nilai dasar BerAKHLAK," ujar Sapulette.
Ia menambahkan, perubahan tuntutan birokrasi mengharuskan ASN memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus tetap menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Nilai dasar BerAKHLAK yang dimaksud meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Tujuh nilai ini menjadi fondasi bagi CPNS dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
Bagi peserta, Latsar menjadi tahapan wajib sebelum diangkat menjadi PNS. Melalui pelatihan ini, CPNS ditempa tidak hanya dari sisi kompetensi teknis, tetapi juga kedisiplinan dan integritas sebagai pelayan masyarakat.
Pemkot Ambon berharap seluruh peserta mampu menyerap materi pelatihan dan menerapkannya saat kembali bertugas di instansi masing-masing. Integritas dan profesionalisme menjadi dua hal yang terus ditekankan dalam setiap sesi pembekalan.