AMBON — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Maluku, Maya Baby Rampen Lewerissa, menilai Kopi Tuni punya keunikan yang layak dikembangkan sebagai identitas daerah. Penilaian itu disampaikan usai meninjau langsung Kedai Kopi Tuni, UMKM binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), di lingkungan kantor PLN UIW MMU, Ambon.
Dalam kunjungan itu, Maya berkesempatan mencicipi sajian kopi lokal dan berdialog dengan pengelola kedai. Ia hadir bersama rombongan yang turut didampingi Anggota DPRD Provinsi Maluku, Nita Bin Umar.
Pengelola kedai menjelaskan bahwa Kopi Tuni memiliki ukuran biji relatif kecil dengan karakter aroma dan cita rasa yang khas. Lingkungan tempat tanaman tumbuh disebut ikut membentuk variasi rasa tersebut.
Kopi yang tumbuh di sekitar pohon durian, misalnya, disebut dapat membawa nuansa aroma dan rasa durian. Sementara kopi yang tumbuh berdekatan dengan pohon kakao dapat menghadirkan karakter menyerupai cokelat.
Keunikan itulah yang dinilai menjadi daya tarik sekaligus modal Kopi Tuni untuk memperkuat posisinya sebagai produk unggulan daerah.
Maya menyebut pengembangan kopi lokal tidak sekadar memperkenalkan kekayaan komoditas Maluku. Menurutnya, ada manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.
"Kopi Tuni ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari ukuran bijinya maupun aroma dan cita rasanya. Potensi seperti ini harus terus dikembangkan karena bisa menjadi salah satu ikon Maluku. Kalau pengembangannya dilakukan dengan baik, manfaatnya bukan hanya untuk pelaku UMKM, tetapi juga para petani kopi, koperasi, dan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Artinya, semakin berkembang Kopi Tuni, semakin luas pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," ungkap Maya Baby.
Dorongan tersebut sejalan dengan komitmen PLN UIW MMU mengembangkan Kopi Tuni melalui program Pengembangan Koperasi Seribu Negeri Kopi Maluku. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN mendampingi petani mulai dari peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan pengolahan, hingga perluasan akses pemasaran.
Dukungan juga mencakup pemanfaatan peralatan produksi berbasis listrik untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengolahan kopi. Hasilnya, Kopi Tuni tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau Belanda dan Amerika Serikat.
Konsistensi program ini turut mengantarkan PLN UIW MMU meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 kategori Site Level Star 3 serta Silver Award pada ajang Indonesia SDGs Awards (ISDA) 2025.
General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, menyambut baik perhatian Ketua TP PKK Provinsi Maluku terhadap Kopi Tuni. Ia menyebut pengembangan UMKM sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami menyambut baik perhatian Ketua TP PKK Provinsi Maluku terhadap Kopi Tuni. Bagi PLN, pengembangan UMKM bukan sekadar memperkenalkan produk lokal, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap Kopi Tuni terus berkembang, memiliki daya saing, dan menjadi salah satu kebanggaan Maluku," ujar Dony di Ambon, Selasa (13/10/2026).
Dony menambahkan, perhatian dan dorongan Ketua TP PKK Provinsi Maluku menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Tujuannya agar manfaat pemberdayaan menjangkau lebih banyak warga Maluku.
"Kami ingin Kopi Tuni tidak hanya dikenal karena keunikan aroma dan cita rasanya, tetapi juga karena dampak pemberdayaan di baliknya. PLN akan terus mendukung pengembangan potensi lokal agar mampu menciptakan peluang ekonomi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Maluku," tutup Dony.