MALUKU — Universitas Airlangga menerima tiga unit mobil listrik dari Bank Syariah Indonesia pada Rabu (14/10/2026) untuk mendukung operasional kampus dan mobilitas ramah lingkungan. Serah terima simbolis berlangsung di Halaman Kantor Manajemen Kampus MERR-C, disusul penandatanganan dokumen dan test drive bersama. UNAIR juga menyiapkan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di Kampus Dharmawangsa-B dan MERR-C.
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menerima langsung ketiga unit kendaraan tersebut. Ia didampingi Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi, Sekretaris Universitas Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt, Direktur Keuangan Prof Dr Hamidah SE MSi Ak, serta Direktur Pengelolaan Infrastruktur, Lingkungan, dan Operasional Prof Iman Prihandono SH MH LLM PhD.
Madyan menyebut penggunaan mobil listrik sebagai langkah awal sebelum infrastruktur pengisian daya dibangun permanen. Dua lokasi yang disiapkan adalah Kampus Dharmawangsa-B dan Kampus MERR-C.
"Terima kasih banyak BSI hari ini akan ada penyerahan. Memang kami memfokuskan untuk mencoba penggunaan mobil listrik karena ke depan kita juga akan menyediakan fasilitas charger kendaraan listrik di Kampus B (Dharmawangsa, red) dan Kampus C (MERR, red)," ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.
Regional CEO BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, menilai penyerahan kendaraan ini sebagai kelanjutan kerja sama yang sudah berjalan tiga tahun. Menurutnya, kolaborasi dengan UNAIR bisa jadi rujukan bagi institusi pendidikan lain.
"Terima kasih kepada Pak Rektor dan jajaran. Ini adalah bagian dari komitmen kami, Prof. Selain untuk UNAIR, ini juga menjadi model yang bagus, Prof. Model kebaikan yang menular, UNAIR menjadi contoh," ucapnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen serah terima oleh Jajang Abdul Karim dan Rektor UNAIR. Setelah dokumen diteken, jajaran pimpinan kedua institusi menjajal ketiga mobil listrik melalui test drive di halaman Kantor Manajemen Kampus MERR-C.
Ketiga unit kendaraan itu akan dipakai untuk kebutuhan operasional kampus. Langkah UNAIR ini sejalan dengan tren adopsi kendaraan listrik di lingkungan perguruan tinggi Indonesia, yang umumnya dimulai dari kendaraan operasional sebelum menyentuh armada angkutan kampus.