MALUKU TENGAH — Penyaluran menyasar empat titik sekaligus: Masjid Desa Boiyawu, TPQ An-Nur, TPQ At-Taqwa, dan TPQ Al-Ikhlas. Keempat lokasi itu menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Al-Qur'an bagi warga desa di Kecamatan Banda, wilayah kepulauan yang berjarak sekitar dua jam perjalanan laut dari Kota Masohi.
Bantuan mushaf diterima langsung pengurus masjid dan para pengajar TPQ. Selain untuk kegiatan mengaji harian, mushaf baru dipakai dalam pembelajaran tajwid dan hafalan bagi santri usia sekolah dasar.
Desa Boiyawu berada di kawasan kepulauan Banda yang aksesnya terbatas. Pasokan buku keagamaan di wilayah ini umumnya bergantung pada kiriman dari kota atau bantuan lembaga sosial.
Kondisi itu membuat sejumlah TPQ di desa kerap kekurangan mushaf. Santri terpaksa bergantian memakai satu Al-Qur'an untuk beberapa anak dalam satu kelas.
LAZNAS BMH Maluku menilai kebutuhan dasar seperti mushaf belum sepenuhnya terpenuhi di pelosok Maluku Tengah. Program Tebar Sejuta Al-Qur'an dirancang untuk menutup celah itu, terutama di daerah yang jarang tersentuh distribusi bantuan pendidikan.
Mahasiswa KKN UIN A.M. Sangadji Ambon berperan sebagai penghubung antara lembaga dan warga desa. Mereka mendata TPQ penerima, mengurus distribusi, hingga mendampingi penyerahan mushaf.
Ketua KKN, Jais Hamdun Pelu, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap bantuan mushaf dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para santri agar semakin semangat belajar dan mencintai Al-Qur'an.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam penyaluran ini menjadi bagian dari pengabdian langsung ke masyarakat. Pendampingan tidak berhenti pada serah terima, tetapi berlanjut dengan pemantauan penggunaan mushaf di tiap TPQ.
Kepala Perwakilan BMH Maluku, Supriyanto, menyampaikan bahwa setiap mushaf yang disalurkan diharapkan menjadi jalan tumbuhnya generasi Qur'ani.
"Melalui program Tebar Sejuta Al-Qur'an, setiap mushaf yang disalurkan diharapkan menjadi jalan tumbuhnya generasi Qur'ani serta menghadirkan pahala jariyah bagi para donatur dan seluruh pihak yang telah berkontribusi," ujar Supriyanto.
Ia menyebut sinergi dengan mahasiswa dan komunitas lokal menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran. Lembaga tidak bekerja sendiri, melainkan memanfaatkan jaringan warga yang lebih memahami kebutuhan di lapangan.
LAZNAS BMH Maluku berkomitmen memperluas manfaat dakwah dan pendidikan Al-Qur'an ke lebih banyak desa di Maluku. Pendataan calon penerima di wilayah kepulauan lain tengah disiapkan bersama mitra kampus dan komunitas setempat.
Untuk Desa Boiyawu, pengurus masjid dan TPQ akan melaporkan perkembangan penggunaan mushaf kepada lembaga dan mahasiswa KKN. Laporan itu menjadi dasar penilaian apakah desa tersebut masih memerlukan tambahan bantuan pada tahap berikutnya.