Jawa Barat Juara IMTI 2026 Dua Tahun Beruntun, Ini Strategi Pariwisata Ramah Muslimnya

Penulis: Oman Sudirman  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:06:31 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menerima penghargaan peringkat pertama IMTI 2026 di Jakarta International Convention Center, Jumat (16/10/2026).

MALUKU — Jawa Barat kembali menempati peringkat pertama Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026, mempertahankan posisi teratas pariwisata ramah Muslim selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan diterima Wakil Gubernur Erwan Setiawan di Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026 yang digelar Bank Indonesia di Jakarta International Convention Center, Jumat (16/10/2026). Bagi traveler Muslim, capaian ini jadi sinyal makin lengkapnya fasilitas pendukung liburan di wilayah tersebut.

Peringkat pertama bukan kali pertama bagi Jawa Barat. Provinsi ini sudah dua tahun beruntun menempati posisi teratas, menandakan pengembangan ekosistem pariwisata ramah Muslim berjalan konsisten, bukan sekadar keberuntungan sesaat.

Apa Itu Indonesia Muslim Travel Index?

IMTI adalah indeks yang mengukur kesiapan destinasi terhadap kebutuhan wisatawan Muslim. Penilaiannya mencakup ketersediaan fasilitas ibadah, layanan kuliner halal, aksesibilitas, hingga keramahan pelaku industri terhadap pengunjung Muslim.

Posisi Jawa Barat di indeks ini relevan langsung bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga. Indikator yang dinilai IMTI adalah hal-hal yang biasa dicari sebelum berangkat: tempat salat yang mudah ditemukan, restoran halal, dan layanan yang ramah keluarga.

Faktor yang Mengangkat Jawa Barat ke Posisi Teratas

Erwan menyebut tiga modal utama di balik capaian tersebut: potensi alam, keramahan masyarakat, dan ketersediaan fasilitas pendukung wisatawan Muslim. Ketiganya dinilai penting untuk memperluas daya tarik Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.

“Potensi alam, keramahan masyarakat, serta ketersediaan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim menjadi modal penting bagi Jawa Barat untuk memperluas daya tariknya di tingkat nasional maupun internasional,” kata Erwan, dikutip dari laman Disparbud KBB.

Ia menegaskan posisi pertama seharusnya menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan, bukan berhenti pada kebanggaan atas penghargaan.

Program yang Berjalan di Lapangan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan menyatakan pencapaian IMTI 2026 lahir dari kerja sama lintas pihak dalam pembangunan sektor pariwisata. Pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi agar pariwisata ramah Muslim turut memberi manfaat ekonomi bagi warga.

Sejumlah program strategis sudah dijalankan untuk menjaga momentum:

  • Peluncuran Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ MFT) Award sebagai ajang penilaian layanan ramah Muslim di destinasi.
  • Pendampingan pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di sejumlah destinasi wisata.
  • Pelibatan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
  • Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, akademisi, asosiasi, pelaku industri, serta mitra strategis lain.

Bagi traveler, program Zona KHAS jadi yang paling terasa langsung. Kawasan kuliner yang masuk pendampingan diarahkan memenuhi standar halal, aman, dan sehat, sehingga pilihan makan selama liburan tidak perlu diragukan lagi.

Rekam Jejak Penghargaan Sebelumnya

IMTI 2026 menambah deretan pengakuan yang sudah diterima Jawa Barat. Di ajang Anugerah Adinata Syariah 2026, provinsi ini meraih penghargaan kategori pariwisata ramah Muslim.

Di tingkat internasional, Jawa Barat mendapat gelar Most Promising Muslim Friendly Region of The Year dalam Halal in Travel – Global Summit 2026 di Singapura. Kombinasi penghargaan domestik dan internasional memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu rujukan pariwisata ramah Muslim di Indonesia.

Tips Traveler Muslim Menyusun Itinerary ke Jawa Barat

Status juara IMTI bukan jaminan semua titik destinasi punya fasilitas setara. Sebelum berangkat, cek dulu ketersediaan musala dan restoran halal di sekitar destinasi yang dituju, terutama untuk kawasan alam seperti pegunungan dan pantai selatan.

Untuk liburan keluarga, pilih destinasi yang sudah masuk pendampingan Zona KHAS agar urusan makan lebih mudah. Informasi terkini soal daftar destinasi dan fasilitasnya dapat dikonfirmasi via Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat setempat.

Durasi ideal untuk menjelajah Jawa Barat adalah tiga sampai empat hari, cukup untuk menggabungkan satu destinasi alam, satu kawasan kuliner, dan satu situs budaya tanpa terburu-buru.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: satumedia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top