TUAL — RSK Nusa Waluya II berlabuh di Desa Elat, ibu kota Kecamatan Kei Besar, sebagai bagian dari perluasan akses pelayanan medis bagi masyarakat kepulauan. Sebelumnya, DokterSHARE lebih dulu membangun klinik dan melayani warga di Gunung Taputar, Desa Rahareng, Kecamatan Kei Besar.
Pemilihan Elat sebagai lokasi berlabuh selama kurang lebih dua bulan didasari tingginya permintaan masyarakat serta pertimbangan aksesibilitas wilayah. Pelayanan rumah sakit kapal itu juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Direktur RSK Nusa Waluya II, dr. Tasia Risma, menyebut masyarakat menyambut positif layanan kesehatan gratis tersebut. Sebagian pasien yang datang, katanya, telah lama mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penanganan medis.
"Masyarakat menyambut positif kehadiran layanan kesehatan gratis tersebut," ujar Tasia, seraya menyebut sebagian pasien telah lama mengidap gangguan kesehatan.
Dari catatan pelayanan, pasien dengan keluhan hipertensi hingga hernia mendominasi kunjungan. Tingginya angka kunjungan mencerminkan kebutuhan layanan medis yang belum sepenuhnya terpenuhi di wilayah terpencil Kepulauan Kei.
Kehadiran RSK Nusa Waluya II menyasar masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kondisi geografis kepulauan membuat warga harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan penanganan medis.
Layanan gratis yang berlangsung hingga 8 November 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan medis bagi masyarakat kepulauan. Warga yang terkendala biaya maupun jarak bisa langsung memanfaatkan fasilitas tersebut selama kapal masih berlabuh di Elat.
Sejak mulai beroperasi pada 8 September 2026, RSK Nusa Waluya II telah menangani 3.029 pasien. Jumlah itu tercatat dalam kurun sekitar sebulan pertama, dengan pelayanan dijadwalkan berlanjut hingga awal November.
DokterSHARE sebelumnya juga beroperasi di Gunung Taputar, Desa Rahareng, sebelum memindahkan layanan ke Elat. Perpindahan itu mempertimbangkan kebutuhan warga dan kemudahan akses di ibu kota kecamatan.
Hingga masa operasi berakhir, warga Kecamatan Kei Besar dan sekitarnya masih dapat memanfaatkan layanan kesehatan gratis RSK Nusa Waluya II. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendukung penuh keberadaan fasilitas itu sebagai solusi jangka pendek keterbatasan layanan medis di wilayah kepulauan.