AMBON — Perhelatan Musda V Partai Golkar Seram Bagian Timur akhirnya kembali bergulir di ibu kota provinsi. Sidang yang sebelumnya buntu di SBT akibat perdebatan tata tertib ini dipindahkan ke Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Karang Panjang, dan mulai berlangsung Sabtu pagi.
Tiga nama resmi bertarung memperebutkan kursi ketua: Agil Rumakat, Husein Kelilauw, dan Ismail Rumbalifar. Ketiganya tampak hadir langsung di arena musda, didampingi para pendukung masing-masing.
Skors Satu Jam: Kuorum Peserta Belum Terpenuhi
Sidang yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIT itu sempat tertunda. Pimpinan sidang, Masjam Sangadji, memutuskan menskors forum selama satu jam karena jumlah peserta yang hadir belum memenuhi kuorum.
Penundaan ini menjadi kelanjutan dari dinamika yang mewarnai musda sejak awal. Sebelumnya, forum sempat dibuka di SBT pada April 2026, namun langsung buntu.
Akar Masalah: Perdebatan Tata Tertib dan Keabsahan Hak Suara
Mandeknya musda di SBT bukan tanpa sebab. Perbedaan pandangan soal tata tertib persidangan menjadi pemicu utama, utamanya menyangkut keabsahan peserta yang memiliki hak suara dan mekanisme pelaksanaan sidang.
Alotnya pembahasan membuat suasana forum tidak kondusif. Pimpinan sidang saat itu akhirnya memilih menskors jalannya musyawarah untuk meredakan ketegangan.
Mengapa Dilanjutkan di Ambon?
Langkah pemindahan lokasi ini diambil DPD Partai Golkar Provinsi Maluku sebagai jalan tengah. Tujuannya jelas: menghindari polemik berkepanjangan yang bisa menghambat regenerasi kepemimpinan partai di tingkat kabupaten.
Proses kelanjutan musda ini juga dipastikan berpegang pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, sehingga hasil akhirnya nanti memiliki legitimasi yang kuat.
Keputusan siapa yang akan memimpin DPD II Golkar SBT selanjutnya kini tinggal menunggu hasil akhir dari mekanisme pemilihan yang berlangsung di Ambon. Semua mata tertuju pada kelancaran sidang lanjutan ini, mengingat kursi ketua yang diperebutkan akan menentukan arah mesin politik partai berlambang pohon beringin itu di Seram Bagian Timur.