Pencarian

Puluhan Mahasiswa Lintas Kampus Maluku Deklarasi DEM Maluku, Siap Kawal Blok Masela

Minggu, 27 September 2026 • 15:31:01 WIB
Puluhan Mahasiswa Lintas Kampus Maluku Deklarasi DEM Maluku, Siap Kawal Blok Masela
Ketua Umum DEM Maluku Zainal Abidin Siauta menyampaikan sambutan dalam deklarasi organisasi di Ambon.

AMBON — Ketua Umum DEM Maluku Zainal Abidin Siauta menyatakan pembentukan organisasi ini berangkat dari besarnya potensi sumber daya energi Maluku yang belum sepenuhnya dinikmati masyarakat. Ia menilai kekayaan alam daerah harus memberi manfaat nyata bagi pembangunan, bukan sekadar angka di laporan investasi.

"Maluku memiliki kekayaan sumber daya energi yang besar, namun kekayaan tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah," kata Siauta dalam sambutannya.

Menurut Siauta, tantangan pengelolaan sumber daya alam, ketimpangan ekonomi, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan menuntut keterlibatan generasi muda. Mahasiswa, katanya, perlu punya ruang partisipasi yang jelas agar tidak hanya jadi penonton dalam proses pembangunan.

Blok Masela Jadi Fokus Utama Diskusi

Deklarasi tersebut dirangkai dengan diskusi publik bertema "DEM untuk Maluku: Mengawal Blok Masela dan Masa Depan Berkelanjutan, serta Menjawab Ketimpangan Ekonomi demi Keadilan Daerah." Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa membahas pengelolaan sumber daya energi Maluku dan kaitannya dengan pemerataan ekonomi.

Siauta menjelaskan, deklarasi dan diskusi publik tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan gerakan mahasiswa di bidang energi. Ia menyebut forum itu sekaligus membuka ruang dialog mengenai masa depan energi dan sumber daya alam Maluku.

"Berangkat dari semangat tersebut, Dewan Energi Mahasiswa Maluku menyelenggarakan deklarasi dan diskusi publik sebagai momentum untuk memperkenalkan gerakan mahasiswa di bidang energi sekaligus membuka ruang dialog mengenai masa depan energi dan sumber daya alam Maluku," ujarnya.

Tiga Perspektif: Ekonomi Biru, Hukum, dan Manfaat Investasi

Akademisi Universitas Pattimura, Dr. Restia Christianti, S.E., M.Si., membahas persoalan ekonomi biru dan pentingnya perlindungan terhadap sumber penghidupan masyarakat pesisir. Isu ini relevan mengingat banyak warga Maluku menggantungkan hidup dari laut.

Dari sisi hukum, akademisi UIN A.M. Sangadji Ambon, M. Saleh Suat, S.H., M.H., CL.D., menyoroti Blok Masela terkait kepastian investasi, hak daerah, dan keadilan bagi masyarakat Maluku. Ia menekankan aspek legal pengelolaan blok tersebut perlu memberi ruang bagi daerah.

Pengamat publik Fajrin Rumalatur, M.I.P., mempertanyakan siapa pihak yang akan memperoleh manfaat dari pengembangan Blok Masela. Ia menekankan pentingnya pengawalan agar manfaat proyek itu benar-benar dirasakan masyarakat Maluku.

Mahasiswa Diminta Tidak Jadi Penonton

DEM Maluku menegaskan mahasiswa memiliki ruang untuk terlibat melalui diskusi, pengawalan kebijakan, dan penyampaian gagasan. Organisasi ini menempatkan keterlibatan mahasiswa dalam isu energi sebagai bagian dari upaya mendorong pembahasan masa depan pengelolaan sumber daya alam Maluku.

Bagi DEM Maluku, pengelolaan sumber daya alam harus tetap berkaitan dengan kepentingan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Diskusi tersebut mempertemukan perspektif akademisi, pengamat, dan mahasiswa untuk membahas posisi Blok Masela, potensi energi, pembangunan berkelanjutan, serta pemerataan ekonomi dalam konteks pembangunan daerah.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks