AMBON — Anggota DPR RI asal Maluku, Alimudin Kolatlena, meminta masyarakat terlibat aktif dalam mendukung kelancaran proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela. Proyek gas abadi ini dijadwalkan memasuki tahapan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Mei 2026 mendatang.
Menurut Alimudin, keterlibatan publik sangat krusial mengingat skala proyek yang masif dan dampaknya yang luas bagi Bumi Raja-Raja. Ia menilai dukungan masyarakat akan menjadi fondasi utama bagi percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
"Proyek Blok Masela memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku, terutama melalui penciptaan lapangan kerja," ujar Alimudin kepada wartawan di Ambon, Selasa (5/5/2026).
Kehadiran investasi di Blok Masela diharapkan tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi memberikan efek domino bagi aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Alimudin optimistis proyek ini akan menghidupkan sektor-sektor penunjang di sekitar lokasi pembangunan.
Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan kesiapan sumber daya manusia lokal. Hal ini bertujuan agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam operasional proyek energi tersebut.
Menjaga Kondusivitas Wilayah Jelang Groundbreaking
Keberhasilan proyek sebesar Blok Masela sangat bergantung pada stabilitas keamanan dan sosial di lapangan. Alimudin mengingatkan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya sinergi yang kuat dengan warga setempat.
“Proyek sebesar Blok Masela membutuhkan partisipasi masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengimbau semua pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif. Menghindari potensi konflik horizontal maupun vertikal menjadi syarat mutlak agar jadwal pembangunan yang telah disusun tidak mengalami hambatan berarti.
Pentingnya Komunikasi Konstruktif Antar-Pemangku Kepentingan
Perbedaan pandangan dalam proyek skala besar adalah hal yang lumrah, namun Alimudin menekankan bahwa komunikasi harus tetap berjalan dua arah. Hubungan yang harmonis antara investor, pemerintah, dan masyarakat adat menjadi kunci keberlanjutan proyek.
“Komunikasi yang baik menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Maluku,” katanya.
Melalui dialog yang terbuka, berbagai aspirasi warga dapat diserap dan dicarikan solusinya secara bersama-sama. Alimudin berharap Blok Masela benar-benar menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat Maluku dalam jangka panjang.