Pencarian

Uskup Amboina Berkahi Arca Bunda Maria Berbusana Ambon di Taman Doa Airlow Nusaniwe

Minggu, 04 Oktober 2026 • 13:01:01 WIB
Uskup Amboina Berkahi Arca Bunda Maria Berbusana Ambon di Taman Doa Airlow Nusaniwe
Uskup Amboina memimpin Perayaan Ekaristi di pelataran Arca Bunda Maria Berbusana Ambon, Taman Doa Air Louw, Nusaniwe.

AMBON — Perayaan Ekaristi yang digelar di pelataran Arca Bunda Maria Berbusana Ambon menjadi penanda resminya kehadiran ikon religius baru di kompleks ziarah Taman Doa Air Louw. Selain arca Bunda Maria, Uskup Seno Ngutra turut memberkati Arca Patung Kristus Raja dan Taman Kemartiran 12 Rasul yang berada dalam satu kawasan.

Perwakilan delapan paroki Kevikepan Kota Ambon hadir bersama sejumlah organisasi Katolik dan tamu undangan dari luar Maluku. Keuskupan Amboina menempatkan pemberkatan ini sebagai bagian dari penguatan ruang devosi umat di wilayah Nusaniwe.

Sejarah Benteng Portugis dan Dedikasi Bunda Maria untuk Kota Ambon

Dalam homilinya, Uskup Seno Ngutra mengaitkan keberadaan arca dengan sejarah panjang Kota Ambon pada masa kolonial Portugis. Ia menyebut peletakan batu pertama Benteng Portugis, Nossa Senhora da Annunciada yang kini dikenal sebagai Benteng Victoria, terjadi pada 25 Maret 1775.

Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan liturgi Katolik Annunciation, yakni Pesta Bunda Maria Diberi Kabar oleh Malaikat Gabriel tentang kelahiran Yesus. Nama benteng pun diambil dari peristiwa itu, Nossa Senhora de Anunciada, yang berarti Bunda Kita yang Diwartakan Kabar Gembira.

Pendirian benteng tersebut menandai awal pembangunan dan sejarah administratif Kota Ambon modern pada masa kolonial Portugis, sebelum akhirnya diambil alih VOC Belanda.

"Sejarah mencatat, pada tahun 1576 ketika kota ini dibangun dengan peletakan dasar benteng yang kini dikenal sebagai Benteng Victory, pada masa Bangsa Portugis Bunda Maria didedikasikan untuk kota Ambon, yaitu di bawah perlindungan Bunda Maria," tegas Uskup Seno Ngutra.

Taman Doa Empat Hektare yang Terbuka untuk Semua Umat Beragama

Taman Doa Air Louw berada di bawah naungan Keuskupan Amboina dan menempati area sekitar empat hektare di Kecamatan Nusaniwe. Plaza terbuka di kawasan itu menjadi latar bagi patung Maria yang menghadap pelataran tangga bertingkat, menciptakan momen visual bagi peziarah saat memasuki area ibadah.

Uskup Seno Ngutra berharap tempat ziarah rohani ini terbuka bagi semua umat beragama. Menurutnya, kawasan tersebut tetap menyediakan ruang-ruang khusus yang menjaga kekudusan tempat, tanpa membatasi pengunjung dari keyakinan lain.

"Apapun agama anda tetapi ketika anda datang disini dan merasa kehadiran Tuhan yang anda sembah lewat agamamu, maka inilah tempat yang didedikasikan untuk anda," ungkap Uskup.

Arca Setinggi Tiga Meter Dipahat Seniman Ambarawa

Arca Bunda Maria Berbusana Ambon berukuran tinggi tiga meter dan berdiri di atas alas penyangga setinggi tiga meter. Arca ini dipesan khusus dari Ambarawa, Jawa Tengah, kepada pemahat Mas Adhy, atau RA Nugroho Adi Prabowo.

Adi Prabowo merupakan salah satu dari tiga seniman pematung asal Ambarawa yang dikenal lewat karya monumental, termasuk Patung Maria Assumpta di kompleks Religi Gua Maria Kerep Ambarawa, Kabupaten Semarang. Pesanan untuk Air Louw menjadi bagian dari rangkaian karya seni religius yang diberi berkat Gereja.

Rencana Pengembangan Gereja dan Gedung Retret

Keuskupan Amboina menyiapkan penguatan fasilitas keagamaan lain di kawasan tersebut, mulai dari Gereja Santa Maria Berbelas Kasih (Mater Misericordiae), gedung retret, hingga sejumlah patung ikonik tambahan. Langkah itu disebut untuk melengkapi sarana doa sekaligus memperkaya pengalaman rohani pengunjung.

Bagi peziarah, suasana taman doa ini disebut khas ketika senja tiba. Latar matahari terbenam memberi nuansa khidmat yang memperkuat makna doa dan kontemplasi bagi mereka yang datang untuk beribadah.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: laskarmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks