AMBON — Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Sekda Maluku, Kasrul Selang, itu diikuti BPBD, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, sejumlah organisasi perangkat daerah, serta TNI/Polri. Pemprov Maluku menilai periode kering yang lebih panjang berpotensi menaikkan risiko karhutla, keterbatasan air bersih, dan gangguan terhadap aktivitas harian warga.
November hingga Maret 2027, Musim Hujan Datang Bertahap
BMKG memetakan awal musim hujan di Maluku berlangsung tidak serentak. Sejumlah wilayah diprakirakan mulai diguyur hujan pada November dan Desember 2026, sementara satu zona musim di Seram Bagian Barat baru masuk musim hujan pada Januari 2027.
Kota Ambon bersama dua zona musim di Maluku Tengah menempati jadwal paling akhir, yakni Maret 2027. BMKG menegaskan waktu tersebut masih bisa bergeser sekitar satu bulan, sehingga pembaruan informasi cuaca dan iklim tetap perlu diikuti.
Curah Hujan Pulau Ambon Terendah dalam Lima Tahun
Penurunan curah hujan di Pulau Ambon terpantau sejak April 2026 dan mencapai titik terendah pada Oktober 2026. Kondisi itu menjadikan periode kering tahun ini yang paling kering dalam lima tahun terakhir.
Secara nasional, BMKG mencatat 529 Zona Musim atau 61,08 persen wilayah daratan Indonesia diprakirakan mengalami awal musim hujan yang mundur dari kondisi normal. Fenomena El Niño yang sangat kuat disebut menjadi salah satu pemicu berkurangnya curah hujan.
Kasrul Selang: Informasi BMKG Jadi Acuan, Bukan untuk Menakuti Warga
Kasrul menegaskan prakiraan BMKG menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah antisipasi sesuai karakteristik cuaca masing-masing wilayah.
"Ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi menjadi informasi bagi kita semua agar dapat melakukan langkah-langkah antisipasi. Pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat harus bersama-sama menghadapi kondisi ini," ujar Kasrul.
Pemprov Maluku melalui BPBD akan memperkuat koordinasi dengan OPD dan instansi terkait, termasuk sektor kehutanan, pertanian, pekerjaan umum, dan kesehatan. Koordinasi itu untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan sekaligus mengantisipasi potensi karhutla.
Kabut Asap di Ambon Bisa Berasal dari Wilayah Lain
Pemprov Maluku juga menyoroti kabut asap yang sempat berdampak ke Ambon. Kasrul menjelaskan asap yang menurunkan jarak pandang tidak selalu bersumber dari Pulau Ambon karena bisa terbawa angin dari wilayah lain.
"Kami berharap masyarakat rajin melihat informasi, tetapi informasi yang betul. BMKG akan terus menyampaikan informasi melalui kanal-kanal resmi yang tersedia," katanya.
Dampak asap terhadap jarak pandang dan aktivitas penerbangan menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor.
Warga Diminta Pantau Kanal Resmi BMKG
Kasrul meminta masyarakat menjadikan informasi cuaca dari BMKG sebagai rujukan utama, bukan kabar yang beredar tanpa sumber jelas. Prakiraan musim hujan ini, katanya, akan dipakai pemerintah daerah dalam menentukan langkah antisipasi ke depan.
"Informasi dari BMKG ini akan menjadi acuan kita untuk mengambil langkah-langkah ke depan. Intinya, kita harus siap dan melakukan antisipasi bersama," pungkasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Maluku beserta jajaran, Kepala BMKG beserta jajaran, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, serta pemangku kepentingan terkait.