Pengemudi Lamborghini Urus Kabur dari Polisi, Aksi Berakhir dengan Ban Kempes dan Slipper

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 10:08:31 WIB
Polisi Yonkers membekuk pengemudi Lamborghini Urus setelah mobilnya dilumpuhkan dengan alat peledak ban dan dikepung tanpa celah.

MALUKU — Insiden ini terjadi pada 13 Juli lalu di Yonkers, New York. Polisi Yonkers telah memburu SUV tersebut setelah pengemudi bernama Mohammed Al Lahabi diketahui beberapa kali kabur dari petugas di berbagai yurisdiksi. Begitu sistem license plate reader mendeteksi Urus itu masuk ke wilayah Yonkers dan parkir di Bronx River Road, polisi langsung bergerak cepat.

Jebakan Ranjau dan Kepungan Tanpa Celah

Alih-alih menunggu pengemudi kembali ke mobil, seorang kapten patroli memilih memasang Stop Stick—alat peledak ban—di bawah ban raksasa Urus. Beberapa mobil patroli lain langsung memblokade kendaraan dari segala arah. Tidak ada jalan keluar.

Saat petugas memerintahkan Al Lahabi keluar, dia menolak. Menurut keterangan polisi, dia justru menginjak gas dan mengarahkan Lamborghini ke arah petugas serta mobil patroli. Namun, dengan ban yang sudah kempes dan terkepung rapat, seluruh tenaga 650 hp dari mesin V8 Urus tidak berguna. Pengemudi langsung dibekuk tanpa kejar-kejaran.

"Boleh Pakai Slipper Dulu?"

Dalam rekaman kamera tubuh yang dirilis polisi di media sosial, saat digelandang keluar dari mobil, Al Lahabi sempat bertanya kepada petugas, "Boleh saya pakai sandal saya?"

Polisi menjerat Al Lahabi dengan tuduhan first-degree reckless endangerment dan second-degree assault. Investigasi masih berlangsung dan kemungkinan akan ada pasal tambahan.

Polisi: Bukan Soal Mobil Mewah, Tapi Perilaku Pengemudi

Petugas Informasi Publik Yonkers Police Department, Frank DiDomizio, menegaskan dalam pernyataan ke Road & Track bahwa respons polisi tidak ada bedanya meski mobil yang dikendarai adalah Lamborghini Urus. "Yang penting adalah perilaku pengemudi," katanya.

DiDomizio juga mengirim pesan jelas: "Jika ada satu pesan dari insiden ini, kabur dari polisi itu tidak sepadan. Kami mendorong semua pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti perintah polisi, dan menyelesaikan setiap pertemuan dengan aparat secara aman dan damai."

Insiden ini menjadi pengingat bahwa di atas kertas, mobil super-SUV sekencang apapun tetap tidak bisa mengalahkan strategi kepolisian yang terkoordinasi. Apalagi jika pengemudinya lupa memakai sandal.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top