AMBON — Pelaksana Harian (Plh) Kepala MTs Negeri Ambon, Muhammad Rizal, menegaskan bahwa seluruh rangkaian MATSAMA tahun ini berjalan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Agama tanpa ada praktik perpeloncoan. “Semua berjalan sesuai juknis. Tidak ada perpeloncoan,” ujarnya di MTs Negeri Ambon, Rabu (15/7/2026).
Tiga Sasaran Utama: Silaturahmi, Lingkungan, dan Karakter
Rizal menjelaskan, ada tiga sasaran utama yang ingin dicapai dalam MATSAMA 2026. Pertama, membangun silaturahmi antara kakak kelas dan adik kelas. Kedua, mengenalkan lingkungan madrasah secara menyeluruh. Ketiga, membentuk karakter siswa agar memiliki pondasi akhlak yang kuat.
“Kami berharap siswa yang masuk ke madrasah benar-benar memiliki semangat belajar, berprestasi dari tingkat kota hingga internasional, namun tetap memiliki karakter dan ilmu agama yang kuat,” kata Rizal.
Materi dari Polisi hingga PMR, Tanpa Kekerasan
Materi MATSAMA disampaikan oleh pemateri internal dan eksternal. Dari internal madrasah, kepala madrasah serta para wakil kepala madrasah membahas visi-misi, kurikulum, kesiswaan, humas, hingga tata tertib. Sementara itu, narasumber eksternal berasal dari Kepolisian yang memberikan edukasi tentang kenakalan remaja dan tertib berlalu lintas, Puskesmas sebagai mitra binaan yang menyampaikan materi kesehatan, serta Palang Merah Remaja (PMR) dan pihak lain yang memberi motivasi dan pembekalan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Setiap kegiatan diawali dengan doa, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dilanjutkan penyampaian materi, aktivitas pengenalan lingkungan, hingga evaluasi. Rizal menekankan, seluruh proses mengacu pada aturan resmi dan berfokus pada pembinaan siswa, bukan kekerasan.
Peminat dari Luar Ambon: Makassar hingga Pulau Jawa
Meski tetap mempertahankan konsep MATSAMA sebelumnya, pihak madrasah terus melakukan penyempurnaan, termasuk penguatan kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada pembentukan karakter dan pengembangan bakat siswa. Tingginya minat masyarakat terhadap MTs Negeri Ambon terlihat dari jumlah pendaftar yang terus meningkat. Tahun ini, selain dari Kota Ambon, terdapat peserta didik yang mengikuti seleksi dari luar daerah, seperti Makassar dan Pulau Jawa.
Rizal menambahkan, seluruh proses penerimaan peserta didik dilakukan secara terbuka melalui sistem pendaftaran daring dan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.