MALUKU — Saat anak pulang sekolah dengan wajah bersemangat membawa formulir pendaftaran OSIS, banyak ibu yang langsung berpikir soal urusan jadwal rapat yang padat. Padahal, di balik kegiatan organisasi ini ada proses belajar yang tidak selalu terlihat dari luar.
Keikutsertaan anak di OSIS memang sering dikaitkan dengan kepemimpinan dan “bisa ngomong di depan orang”. Namun yang lebih berharga justru kebiasaan-kebiasaan kecil yang terbentuk setiap hari, terutama bagi anak yang baru masuk SMP atau SMA.
Saat anak duduk di kepengurusan, misalnya sebagai anggota seksi acara, ia langsung berhadapan dengan pekerjaan konkret. Menyusun rundown pentas seni, memastikan konsumsi rapat tersedia, sampai mengoordinasikan teman-temannya ketika ada hari besar sekolah.
Dari situ anak belajar membaca instruksi, mencatat tenggat, dan menyelesaikan masalah sebelum acara dimulai. Keterampilan ini sulit diajarkan lewat buku pelajaran, tapi tumbuh alami lewat tanggung jawab yang ia emban sendiri.
Ia juga belajar menerima penolakan. Ide kegiatan bisa saja ditolak guru pendamping, atau keputusan musyawarah tidak sesuai harapan. Momen seperti ini melatih anak menerima masukan, me